OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Akibat Pandemi, Mitsubishi Taksir Kerugian Hingga Rp 50 Triliun
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Akibat Pandemi, Mitsubishi Taksir Kerugian Hingga Rp 50 Triliun

Dilihat 992
Agung Prabowo
28 Jul 2020, 10:02
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) memperkirakan mengalami kerugian sebesar $ 3.4 miliar atau hampir Rp 50 triliun pada periode untuk tahun fiskal hingga Maret 2021 yang diakibatkan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Dikutip dari Autoblog (Senin, Juli 27, 2020), Mitsubishi menyatakan telah mengalami kerugian yang cukup besar selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Kini mereka mulai menghitung berapa perkiraan kerugian yang akan dialami hingga awal tahun 2021 nanti. 

Berdasarkan laporan pada periode April - Juni 2020, Mitsubishi mengalami kerugian hingga $ 1.7 miliar atau sekitar Rp 26.6 triliun. Di prediksi kondisi ini akan terus terjadi di sepanjang tahun fiskal 2020-2021. Hal ini karena selama masa pandemi virus corona (Covid-19) penjualan mobil secara global mengalami penurunan yang cukup tajam. 

Baca Juga : Rugi Triliunan Rupiah, Bos Mitsubishi Rela Gajinya Dipotong

Prediksi kerugian ini merupakan yang terbesar yang pernah dialami pabrikan otomotif asal Jepang ini selama kurun waktu 18 tahun atau dari tahun 2002. Memang selama masa pandemi virus corona (Covid-19) ini penjualan mobil dunia menurun tajam, bahkan disebut-sebut lebih dari krisis moneter tahun 2008 silam. Belum lagi nanti proses pemulihannya di perkirakan memerlukan waktu yang cukup lama.

"Untuk membuka jalan menuju pemulihan, prioritas utama bagi semua pemimpin berbagi rasa krisis dengan karyawan dalam melakukan pengurangan biaya," kata Takeo Kato, CEO Mitsubishi Motors.

Secara terbuka para petinggi Mitsubishi telah melakukan beberapa strategi dalam menghadapi kondisi krisis ini. Mereka menjamin akan ada perubahan haluan bisnis, fokus mengejar pasar Asia Tenggara yang menjadi pasar yang paling potensial serta mulai membangun kekuatan di sistem penggerak empat roda atau kinerja off road. 

Baca Juga : Generasi Baru New Mitsubishi Outlander, Eclipse Cross Facelift Mulai Uji coba, Ini Detailnya

Selain itu Mitsubishi juga akan lebih bersinergi lagi dengan para mitra aliansinya dalam mengembangkan produk. Sedangkan yang lainya akan dilakukan langkah efisiensi seperti pemotongan gaji karyawan, tidak melakukan perekrutan hingga memberikan tawaran pensiun dini kepada para karyawannya. 

Para petinggi Mitshubisi berharap pada tahun fiskal berikutnya pendapatan perusahaan dapat kembali pulih serta pandemi virus corona (Covid-19) dapat segera dikendalikan. 

Saat ini Mitsubishi juga sedang mengembangkan teknologi inovatif. Seperti meningkatkan kualitas motor listrik serta mengembangkan teknologi mobil listrik serta otonom. 

Selain itu, Mitsubishi juga sangat memperhatikan isu lingkungan. Khususnya di China yang merupakan pasar utama Mitsubishi yang mulai memperketat standar emisi gas buang untuk setiap kendaraan. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya