ANCAP akan Kurangi Skor Jika Sistem Keselamatan Dikurangi Terkait Kelangkaan Chip Semikonduktor

Otoloka.id- Kelangkaan chip semikonduktor memang masih menghantui perusahaan otomotif. Tak sedikit yang mengakali kelangkaan komponen tersebut dengan mengurangi fitur pada lini produknya, termasuk dalam fitur keselamatan.

Namun, Australian New Car Assesement Program (ANCAP) sebagai lembaga yang menilai keselamatan mobil di Australia, tak memberikan pengecualian ketika chip semikonduktor langka. Jika sistem keselamatan suatu produk dikurangi, skornya juga akan dikurangi.

Saat ini, yang termasuk dalam penilaian lembaga tersebut adalah sistem keselamatan aktif, yang didalamnya berisi fitur pengereman darurat otonom, bantuan berkendara di jalur, dan fitur lainnya yang justru dihilangkan akibat chip semikonduktor yang langka.

"Kami telah melakukan banyak pekerjaan untuk itu. Kami telah mendekati semua merek dan berkata, "Jika Anda perlu menghapus sesuatu, beri tahu kami karena itu dapat memengaruhi peringkat keamanan Anda jika Anda mengeluarkan sesuatu." kata CEO ANCAP Carla Hoorweg, seperti yang dikutip dari drive.com.au

Carla Hoorweg juga menambahkan, bahwa “Terutama jika ada masalah dengan radar dan pembuatan lidar sebagai akibat dari kekurangan semikonduktor. Sampai saat ini, kami belum memiliki [penghapusan fitur] yang memengaruhi peringkat.”

Saat ini, hampir seluruh produsen otomotif di Australia menghadapi kelangkaan chip semikonduktor dengan cara mengurangi volume produksi, atau menghentikan sementara produksi kendaraan, ketimbang mengurangi fitur-fitur yang tersedia.

Pada kendaraan baru, setidaknya membutuhkan sebanyak 30 sampai 3000 chip semikonduktor, dan itu dipakai untuk sistem keselamatan, sistem hiburan, kursi listrik, dan banyak lagi. Sementara untuk membuat chip semikonduktor, perusahaan chip semikonduktor membutuhkan waktu selama 26 minggu untuk diproduksi, yang dilakukan di fasilitas khusus.

"Tampaknya pada hari-hari awal [pandemi] ada banyak kekhawatiran tentang apa yang mungkin terjadi, dan kemudian apa yang akhirnya terjadi hanyalah produksi yang dihentikan. Daripada menghapus semuanya, saya pikir itu menjadi terlalu sulit bagi pabrikan untuk menyelesaikan produksi seluruh mobil, jadi mereka meneruskannya,” tambah Ms Hoorweg.

"Dan jelas beberapa dari mereka masuk dan keluar dari pembatasan sosial. Jadi ya, kami hanya melihat penghentian produksi untuk periode waktu daripada [fitur yang dihapus]." Tutupnya.

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!