Apapun Kelebihan dan Kekurangannya, Mitsubishi L300 Tetap Ikonik

Otoloka.id- Menjadi mobil komersial yang mampu bertahan dalam waktu 40 tahun lebih, apalagi desainnya sejak awal kemunculan tidak ada perubahan berarti, menjadikan Mitsubishi L300 layak dijadikan mobil ikonik. Meski menjadi mobil ikonik, namun tetap saja Mitsubishi L300 memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Mitsubishi L300 merupakan mobil komersial yang dihadirkan di Jepang pada tahun 1979 dengan nama Delica. Lalu, dijual secara global dan masuk ke Indonesia tahun 1981 dengan nama Mitsubishi Colt.

Pada generasi awal, Mitsubishi Colt masih menggunakan mesin bensin 1.4 liter. Empat tahun berselang, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia yang waktu itu masih bernama PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor menghadirkan Colt L300 dengan varian mesin diesel.

Tak dinyana, ternyata dengan pilihan dua varian mesin, mesin diesel menjadi yang paling laris. Akhirnya di tahun 2000, L300 dengan mesin bensin ditiadakan dan yang tersisa tinggal mesin diesel 2.5 liter saja.

Begitupun soal tampilannya, yang sejak lahir gitu-gitu saja. Perubahan hanya terdapat pada bagian lampu depan saja yang mulanya bulat, lalu kotak, dan sekarang kotak juga dengan sedikit aksen yang lebih dinamis.

Garis bodi, lekukan pilar, termasuk dimensi kepala tetap saja sama dengan generasi awal, yaitu sama-sama kotak. Kalau masuk ke dalam interiornya, wah itu juga sama, tidak ada perubahan dan masih terkesan klasik, terutama jika melihat speedometernya.

Baca juga : Bertahan Selama 4 Dekade, Ini Kunci Kesuksesan Mitsubishi L300 di Indonesia

Tentunya hal ini berbeda jauh dengan pesaing sesama mobil komersial yang banyak mengupdate tampilannya. Bisa jadi, minimnya pembaharuan memang tak diperlukan konsumen, karena mobil untuk pekerja yang terpenting adalah keandalannya.

Kelebihan Mitsubishi L300

Lebih dari 40 tahun menjadi kendaraan niaga, membuat Mitsubishi L300 memiliki keistimewaan ketimbang pesaingnya. Keandalan saat digunakan menjalankan usaha merupakan salah satu indikator mengapa mobil ini awet dijual oleh PT MMKSI.

Mesin Tangguh

Untuk menjadikan mobil komersial mendapat predikat andal, PT MMKSI dalam menjual L300 harus gonta ganti mesin. Ini memang wajar dalah hal dunia otomotif, karena pabrikan dituntut dengan tenaga yang lebih mumpuni, irit bahan bakar, dan mudah dalam perawatan.

Hadir pertama kali dengan mesin bensin 1.4 liter, lalu ditingkatkan menjadi 1.6 liter, hingga menggunakan mesin diesel 2.5 liter merupakan salah satu pengujian riil PT MMKSI dalam menghadirkan mobil komersial.

Mesin 2.5 liter yang saat ini digunakan berkode 4D56 yang mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 74 PS di 4.200 rpm, dengan torsi sebesar 142 Nm di 2.500 rpm. Mesin tersebut menjadi yang paling besar kubikasinya di generasi L300, dan terbukti paling andal.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi L300 Pick-Up, Teliti Sebelum Beli!

Untuk menjelajah dan membawa muatan, tenaga yang dikeluarkan mesin berkubikasi 2.477 cc tersebut, akan disalurkan melalui sistem transmisi manual lima percepatan. Lalu, diteruskan lagi ke penggerak roda belakang.

Banyak Fitur

Desainnya yang terkesan jadul, dan tanpa tampilan baru nyata tak diikuti dengan fitur yang dikandung oleh Mitsubishi L300. Meski lawas, namun fiturnya lumayan mumpuni untuk mobil yang ditujukan sebagai kendaraan pekerja.

Mitsubishi Indonesia tak memberikan varian tipe yang membedakan varian menurut fitur yang dikandung. Mitsubishi L300 di tiap generasinya sudah melakukan update fitur, mulai dari penyematan AC, dan head unit yang bisa dibilang ala kadarnya.

Belum lagi, pada bagian kemudinya sudah menerapkan power steering yang jelas membuat nyaman pengemudinya dalam mengantar muatan. Selain membuat nyaman, adanya head unit juga menambah hiburan selama perjalanan.

Fitur keselamatan untuk mobil niaga ini pun mumpuni. Pasalnya pada roda depan L300 sudah menyematkan rem cakram yang sudah pasti lebih baik dalam pengereman, ketimbang roda depan dan belakangnya menggunakan rem tromol.



Daya Tampung Mumpuni

Saat ini, Mitsubishi L300 memiliki tiga varian tipe, yaitu Cab Chassis, Pick Up Standard, dan Pick Up Flatbed. Ketiga varian tersebut memiliki dimensi yang berbeda-beda.

Contohnya seperti L300  varian Flatbed memiliki dimensi panjang 4.170 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.935. Sementara varian Standard dimensi panjang dan lebarnya sama dengan Flatbed, namun memiliki tinggi lebih rendah, yaitu 1.835 mm.

Kedua tipe tersebut juga memiliki perbedaan soal tinggi baknya. Dimensi bak L300 memiliki panjang 2.430 mm, dengan lebar 1.600 mm. Sementara tinggi bak L300 Standard 360 mm, dan lebih tinggi 50 mm dibanding Flatbed yang tingginya hanya 310 mm.

Untuk Mitsubishi L300 Cab Chassis, merupakan varian yang memiliki dimensi paling kecil. Pasalnya, di balik kepala mobil tidak ada baknya. Oleh karena itu, varian ini memiliki dimensi panjang 4.015 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.810 mm.

Dari setiap dimensi yang terdapat pada Mitsubishi L300, mobil tersebut memiliki kelebihan dalam daya tampung, yaitu seberat 1,25 ton muatan yang tak ditemui pada mobil sejenis. Jelas, hal ini makin membuat pengusaha lebih tertarik untuk menjadikannya armada muatan.

Kekurangan Mitsubishi L300

Bicara mengenai kelemahan pada mobil yang diperuntukkan sebagai kendaraan niaga, nampaknya memang tak luput dari kekurangan. Mitsubishi L300 disamping memiliki performa yang baik dan daya tampung luas, nyatanya juga memiliki kekurangannya tersendiri.

Baca juga: Mau Ganti Armada Bisnis? Intip Harga Terbaru dari New Suzuki Carry

Tampilan Lawas

Ini, sih masuknya ke ranah subjektif. Penampilan dari Mitsubishi L300 yang tanpa ada perubahan berarti, membuatnya jadi kurang di mata konsumen. Indikasinya, PT MMKSI terkesan tak mau melakukan pengembangan terkait desain dari mobil niaga tersebut.

Padahal, desain yang diperbaharui bisa saja mengundang lebih banyak konsumen baru, yang tak hanya menginginkan mobil niaga yang andal, namun punya tampilan terkini.

Tetapi, bagi sebagian konsumen juga, desainnya yang lawas memang sudah cukup mumpuni. Toh, memang yang ditawarkan oleh mobil niaga hanya kenadalannya saja, tanpa perlu memperhatikan tampilan.

Minim Varian

Tampilan yang tak berubah dari waktu ke waktu, membuat sebagian konsumen berpikir bahwa PT MMKSI tak melakukan pengembangan dari L300. Hal itu juga yang membuat mobil tersebut tak memiliki banyak varian.

Saat ini, sudah banyak kendaraan sejenis yang menawarkan varian lebih banyak. seperti model bak yang bisa dibuka tiga sisi, atau varian minibus yang dibuat oleh pabrikan (bukan karoseri). Tentunya pilihan varian yang lebih beragam akan menjaring lebih banyak konsumen.

Apalagi kalau PT MMKSI membuat varian 4x4 seperti yang dijual di negara lain, yang sempat dijadikan mobil rally, maka itu akan menambah penjualan L300.

Mitsubish L300

Pick Up Standard

Pick Up Flatbed

Cab Chassis

Dimensi PxLxT (mm)

4.170 x 1.700 x 1.845

4.170 x 1.700 x 1.935

4.015 x 1.695 x 1.810

Dimensi Bak PxLxT (mm)

2.430 x 1.600 x 360

2.430 x 1.600 x 310

-

Wheelbase

2.200 mm

Ground Clearance

200 mm

Mesin

Diesel 4D56 SOHC 4 silinder 2.477 cc

Tenaga Maksimal

74 PS/4.200 rpm

Torsi Maksimal

142 Nm/2.500 rpm

Transmisi

Manual 5 Percepatan

Rem

Disc (depan), Drum (belakang)

Suspensi

Double Wishbone, Coil Spring (depan), Semi Eliptic Leaf Spring (belakang)

Kapasitas BBM

47 liter

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!