• Home>
  • Berita>
  • Bahan Bakar Sintetis, Usaha Perpanjang Masa Pakai Kendaraan ICE
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Bahan Bakar Sintetis, Usaha Perpanjang Masa Pakai Kendaraan ICE

Dilihat 4858
EKO
27 Okt 2021, 08:42
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

orang mengisi bahan bakar

Otoloka.id- Kampanye untuk kendaraan nol emisi makin sering digaungkan di seluruh dunia, bahkan pemerintah di beberapa negara akan menghapus peredaran kendaraan bermesin konvensional dalam beberapa tahun mendatang.

Mengutip dari drive.co.au, beberapa produsen kendaraan di Eropa tengah mengembangkan bahan bakar sintetis agar usia masa pakai kendaraan berbahan internal bisa lebih lama.

Salah satunya adalah Porsche yang sedang mengembangkan bahan bakar sintetis, yang nantinya akan menghasilkan karbon netral.

Bahan bakar tersebut diharapkan dapat dipakai pada model Porsche terdahulu agar masih dapat dikendarai minimal sampai sepuluh tahun mendatang.

Serupa dengan Porsche, BMW juga melakukan hal yang sama melalui investasi ke perusahaan Prometheus Fuels pada tahun lalu.

Secara teori, bahan bakar sintetis sebenarnya dapat menggantikan bahan bakar fosil. Namun untuk saat ini, penggunaan bahan bakar tersebut masih harus dicampur dengan bahan bakar fosil. Seperti yang saat ini dilakukan pada bahan bakar fleksibel etanol.

Analis otomotif memberi saran, untuk bahan bakar sintetis tersebut hendaknya dijual dengan harga berkisar Rp63 ribu sampai Rp100 ribu per liter sebagai perkenalan.

Bahan bakar sintetis sendiri terbuat dari campuran karbon dioksida yang ada di atmosfer dengan hidrogen yang berasal dari air. 

Proses tersebut membutuhkan biaya yang mahal, dan punya rasio hasil yang tidak efisien.

Baca juga: Hitung Biaya Servis Honda Jazz, Termasuk Murahkah?

mesin pembakaran internal

Hasil penelitian dari International Council on Clean Transportation (ICCT) menunjukkan, bahwa 48 persen energi yang digunakan dalam produksi bahan bakar sintetis hilang dalam proses konversi. 

Lalu energi dalam bahan bakar tersebut akan hilang sebanyak 70 persen selama proses pembakaran.

Sementara pada kendaraan listrik, energi yang hilang sebanyak 20 persen ketika motor menggerakkan roda, dan 10 persen hilang saat melakukan pengisian daya. Efisiensinya mencapai 70 persen.

Energi yang kurang efisien, serta biaya produksi yang mahal membuat penggunaan bahan bakar sintetis menjadi kurang solutif.

Baca juga: 10 Mobil Sedan Paling Irit BBM, Kala Elegansi Bertemu Kompromi

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Porsche Frank Walliser bilang kalau pabrik bahan bakar sintetis yang berada di Chili ditenagai oleh turbin angin, pajak dan biaya operasionalnya juga rendah. Jadi itu bisa diatur.

Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan 2022 nanti, dan hasil produksinya akan digunakan pada mobil balap Porsche.

 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Porsche 911
    Porsche 911
    Porsche 911
    Angsuran mulai dari:Rp 85,26 Jt/Bln
  • Porsche 718
    Porsche 718
    Porsche 718
    Angsuran mulai dari:Rp 38,75 Jt/Bln
  • BMW M4 Coupe
    BMW M4 Coupe
    BMW M4 Coupe
    Angsuran mulai dari:Rp 51,67 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya