• Home>
  • Berita>
  • Baterai Bekas Nissan Leaf, Dijadikan Catu Daya Perlintasan Kereta Api
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Baterai Bekas Nissan Leaf, Dijadikan Catu Daya Perlintasan Kereta Api

Dilihat 2023
EKO
24 Nov 2021, 19:42
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id- Bagi pemilik kendaraan listrik, bagian yang memiliki masa pakai adalah baterai, biasanya punya masa pakai selama sekitar sepuluh tahun.

Ketika baterai mencapai akhir masa pakai, akan dibuang atau dijual dengan pengepul baterai agar didaur ulang. Namun di Jepang, Nissan bekerja sama dengan East Japan Railway Company (JR East) untuk menjadikan baterai Nissan Leaf sebagai catu daya perlintasan kereta api.

Karena perlintasan kereta api sangat penting bagi kereta dan lalu lintas jalan, biasanya di tempat tersebut dipasangkan catu daya darurat. Ini untuk menghindari hal buruk yang terjadi, ketika suplai listrik perlintasan mengalami pemadaman.

Sebelumnya, perusahaan tersebut menggunakan aki atau baterai timbal asam sebagai suplai daya darurat perlintasan kereta api mereka. Pada Januari 2021 lalu, pemanfaatan baterai bekas Nissan Leaf mulai digunakan di perlintasan kereta api Atago, daerah Fukusima.

Masa akhir pakai baterai Nissan Leaf biasanya punya kapasitas penyimpanan sekitar 60 sampai 80 persen saja. Namun kapasitas tersebut sangat cukup untuk menjadi suplai listrik perlintasan kereta api.

Lithium-Ion yang menjadi bahan baku baterai Nissan Leaf, punya kelebihan dibanding aki yang jadi sumber daya darurat perlintasan kereta api. Yaitu, usia pemakaian dengan selisih waktu 3 sampai 7 tahun lebih lama dibanding aki.

Baca juga: Modifikasi Rocky, Kicks dan Sonet di GIIAS 2021, Lebih Keren Mana?

Baterai Nissan Leaf yang sudah habis masa pakainya, akan didaur ulang untuk kebutuhan lain oleh 4R Energy Corporation, yang didesain sesuai kebutuhan, dengan standar keamanan yang tinggi.

Kaito Tochihara, selaku asisten kepala peneliti di JR East menambahkan, bahwa baterai bekas tersebut dapat terisi kembali dengan cepat, yang hanya membutuhkan waktu sepertiga pengisian dari baterai standar.

"Dengan baterai timbal-asam, kita harus secara berkala mengunjungi perlintasan kereta api untuk memeriksa status pengisian dan kerusakan apa pun. Namun, dengan baterai lithium-ion yang digunakan kembali, ada sistem kontrol yang terpasang, mirip dengan EV, sehingga kami dapat memeriksa status baterai dari jarak jauh,” paparnya.

Baca juga : Mitsubishi Klaim Transmisi CVT New Xpander dan Xpander Cross Tahan Lama dan Minim Perawatan

Selain itu, control jarak jauh juga memungkinkan perusahaan kereta api tersebut untuk melakukan tindakan preventif, apabila baterai bekas yang dipasang sudah menemui akhir masa pakai, dengan daya voltase yang rendah. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya