OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Bawa Mobil Listrik ke Sumatera, Kini Tak Perlu Khawatir
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Bawa Mobil Listrik ke Sumatera, Kini Tak Perlu Khawatir

Dilihat 1743
Amos Arya
27 Jan 2021, 22:30
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

SPKLU tol trans Sumatera

Otoloka.id - Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di ruas tol Trans Sumatera telah diresmikan pada 26 Januari 2021. Fasilitas kendaraan listrik tersebut diresmikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

Kehadiran fasilitas pengisian daya tersebut diyakini sebagai bukti komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung perkembangan mobil listrik. Dengan adanya SPKLU tersebut, kini rakyat Indonesia yang memiliki mobil listrik tidak perlu khawatir kehabisan baterai ketika menempuh jalur tol Trans Sumatera.

Baca juga: Cuma 30 Unit di Indonesia, Renault Twizy Dibanderol Rp 400 Jutaan

Dilansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, fasilitas pengisian daya baterai mobil listrik ini dapat ditemui pengemudi di kilometer 20B Tol Trans Sumatera. Fasilitas pengisian daya pertama di Sumatera ini menjadi SPKLU ke-30 di seluruh penjuru Indonesia.

Fasilitas Pengisian Daya Mobil Listrik

fasilitas pengisian baterai mobil listrik di Sumatera

Sebelumnya, fasilitas pengisian baterai mobil listrik ini juga telah tersedia di sepanjang ruas Tol Trans Jawa antara lain di Rest Area KM 207 A Palikanci, Rest Area KM 379 Batang, Rest Area KM 519 A Sragen dan Rest Area KM 519 B Sragen.

"Indonesia mempunyai potensi sebagai produsen lithium terbesar kedua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), cadangan nikel kita yang beragam menjadikan Indonesia tentu mampu bersaing di kancah ini," tutur Luhut.

Penggunaan lithium juga tidak hanya untuk baterai kendaraan listrik saja, melainkan juga mampu dimanfaatkan sebagai energy stabilizer yang begitu penting bagi daerah pedalaman sebagai pengganti energi listrik di malam hari. Seluruh ubahan dan pembangunan ini diyakini akan mampu mengurangi impor listrik hingga Rp 150 triliun.

Baca juga: Gara-Gara 'Nyetir' Sambil Tidur, Youtuber Ini Banjir Kritikan Warganet

Dengan semakin banyaknya fasilitas pendukung mobil listrik, Luhut juga berharap agar program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) dapat semakin marak digunakan di Indonesia. 

Tentunya hal tersebut tidak hanya seiring dengan Pemerintah Indonesia saja melainkan juga strategi produsen otomotif dunia yang sedang melakukan pengembangan untuk kendaraan berbasis tenaga listrik.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya