OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Catat, Populasi Mobil dan Motor Listrik Kian Banyak di 2025
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Catat, Populasi Mobil dan Motor Listrik Kian Banyak di 2025

Dilihat 1751
Irawan
22 Des 2020, 13:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Baterai EV

Otoloka.id - Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen untuk mulai memproduksi kendaraan listrik secara massal di tahun 2025 mendatang. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang yang kian memprihatinkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat komitmen penyediaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada tahun 2025 diharapkan mencapai 19.000 unit kendaraan roda empat dan 750.000 unit kendaraan roda dua.

Jika mengacu pada data per 16 Desember 2020, Kementerian ESDM memperkirakan ketersediaan kendaraan listrik sebanyak itu berpotensi menurun gas emisi gas rumah kaca sebesar 283 ribu ton CO2-e.usen dan pembeli untuk memacu adopsi. Presiden Joko Widodo juga telah menandatangani keputusan yang menetapkan dukungan pemerintah untuk membangun industri EV.

mobil listrik untuk Indonesia

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, untuk mendukung target 2030 berdasarkan skenario awal grand desain energi yang diproyeksikan terjadi penghematan devisa akibat pengurangan impor BBM setara 77 ribu bopd sehingga dapat menghemat devisa sekitar US$1,8 miliar dan menurunkan CO2 sebesar 11,1 juta ton CO2-e.

Guna mendukung langkah itu, jumlah kendaraan listrik di tahun 2030 mendatang diharapkan mampu mencapai 2 juta unit pada mobil dan 13 juta unit untuk motor. perbandingan angka target dan komitmen KBLBB menunjukkan peluang penyediaan dan pemanfaatan KBLBB sangat besar.

Baca jugaMG Zs Ev Jadi Mobil listrik Termurah

Langkah itu tentu membutuhkan kerjasama dan peran serta aktif dari seluruh unsur ekosistem kendaraan listrik. Komitmen ini masih sementara karena angkanya akan terus bertambah.

"Kita membutuhkan kerja yang luar biasa dan sinergi yang baik dalam mengimplementasikan Program KBLBB agar tercapai target-target yang telah ditetapkan. Kami berharap Bapak dan Ibu terus dapat memberikan kontribusi terhadap Program KBLBB ini dengan segala aktivitas yang dapat dilakukan," jelas Arifin.

Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Lebih lanjut Arifin pun menegaskan, peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik akan didukung dengan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik, dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 ribu titik sampai dengan 2025.

Sejalan dengan itu, harus didukung dengan peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB. Indonesia memiliki potensi menjadi pemain utama pada industri kendaraan tanpa emisi.

Tanah Air berpotensi untuk meracik kendaraan listrik, mengingat teknologi dan komponen yang digunakan lebih sederhana daripada kendaraan konvensional. Hal ini merupakan kesempatan besar bagi industri otomotif di dalam negeri.

"Kita juga memiliki potensi kemampuan dalam negeri untuk memproduksi baterai dengan didukung potensi tambang mineral nikel yang cukup besar sebagai bahan baku baterai," pungkas Arifin.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya