• Home>
  • Berita>
  • Dampak Covid-19, Honda Pangkas Target Penjualan
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Dampak Covid-19, Honda Pangkas Target Penjualan

Dilihat 766
Agung Prabowo
12 Jun 2020, 07:18
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Dampak dari pandemi Covid-19 tentu tidak dapat di hindari oleh pelaku industri. Industri otomotif menjadi salah lini bisnis yang terkena dampak yang cukup besar dari pandemi Covid-19. Bahkan tak jarang para pelaku industri otomotif ini melakukan pemangkasan pada target penjualan mereka guna menyeimbangkan teradap kondisi yang sedang berlangsung. 

PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai salah satu produsen otomotif besar di Indonesia mengakui menurunnya pasar otomotif yang dikarena pandemi ini. 

“Pandemi Covid-19 secara tidak langsung mepengaruhi bisnis dan ekonomi di Indonesia, tidak terkecuali Astra Honda Motor (AHM). Industri sepeda motor itu terkena dampak yang cukup besar karena situasi seperti ini mengagetkan semua orang,” kata Johannes Loman, Executive President Director PT AHM. 

Pada tahun 2019 penjualan sepeda motor Honda mencapai 4,9 juta unit dan dapat memimpin pasar. Dampak dari pandemi Covid-19 di perkirakan akan turun sebanyak 40 persen. Sedangkan untuk penjualan semua brand sepeda motor di Tanah Air pada bulan April 2020 mengalami penurunan sebanyak 70 persen. 

“Kondisi ekonomi nasional yang menurun akibat status pandemi yang membatasi orang-orang ke luar rumah, harga jual komoditi yang turun serta lembaga pembiayaan yang menaikkan uang muka kredit, menjadi penyebab turunnya angka penjualan motor. Melihat hal ini, kami mengoreksi target penjualan Honda menjadi 2,8 juta hingga 3 juta,” ungkap Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran 

Thomas menambahkan, pembelian sepeda motor secara kredit, telah memberikan kontribusi sebesar 65 hingga 70 persen. Sementara perusahaan pembiayaan sendiri menarik uang muka pembeli motor untuk menjaga angka Non Performing Loan (NPL) tetap kecil.

“Pembelian sepeda motor secara kredit telah berkontribusi hingga 70 persen. Bila sebelum pandemi konsumen bisa menyetor uang muka sebesar 10 persen. Sekarang naik menjadi 14 hingga 20 persen. Untuk pembelian motor secara kredit ada koreksi menjadi 50 persen,” kata Thomas

Walaupun ada penurunan permintaan, tetapi untuk tenor pembayaran cicilan yang dilakukan oleh konsumen tidak berubah. Dia mengatakan bahwa rata-rata masyarakat di Indonesia memilih tenor selama 3 tahun untuk melakukan pembelian sepeda motor secara kredit.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Orang Lain Juga Melihat

        Otoloka menyediakan Isuzu Traga informasi model Mobil Indonesia terbaru, termasuk pemotretan fotografer profesional, banyak adegan latar belakang dari berbagai sudut, membantu Anda memahami berbagai informasi tentang mobil ini secara visual. Tidak hanya itu, masih ada layanan pemilihan mobil yang mendukung, konten yang bagus, harga spesial yang membantu Anda untuk membeli mobil impian.

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya