• Home>
  • Berita>
  • Empat Ruas Tol Kena Ganjil Genap untuk Mengurangi Mobilitas saat Libur Nataru
  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

Empat Ruas Tol Kena Ganjil Genap untuk Mengurangi Mobilitas saat Libur Nataru

EKO
7 Des 2021, 09:02
  • Dilihat 4836
  • Suka 1

Otoloka.id- Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebentar lagi akan tiba. Namun, saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan Pembatasan Sosial (PPKM) level 3 yang berlaku di setiap propinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, Pemerintah juga menerbitkan peraturan terkait mobilitas warga, yang juga dibatasi. Salah satunya adalah dengan berlakunya sistem ganjil genap yang diaplikasikan pada beberapa ruas tol, yang mulai diberlakukan pada 20 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 nanti.

Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, “Sistem ganjil genap direncanakan akan diterapkan di ruas tol Tangerang-Merak, ruas tol Bogor-Ciawi-Cigombong, ruas tol Cikampek-Palimanan-Kanci, dan ruas tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi,”

Selain berlakukan sistem ganjil genap, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan sistem buka tutup di beberapa rest area, melakukan contra flow jika dibutuhkan, dan melakukan random sampling di beberapa tempat yang ditentukan.

Tiap ruas tol nantinya juga akan didirikan pos untuk check point, bagi masyarakat yang akan menuju ke suatu daerah. Kementerian Perhubungan juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti gabungan TNI,POLRI, dan Pemda setempat untuk melakukan hal tersebut.

Baca juga: 5 Mobil Toyota yang Cocok untuk Wanita Pemula, Cek Harganya

Bila diperlukan, selain check point untuk masuk dan keluar dari daerah, dilakukan pula rekayasa lalu lintas apa bila dibutuhkan untuk meminimalisir mobilitas.

Pembatasan sosial berupa ganjil genap di ruas tol, nyatanya tak hanya berlaku bagi pemilik kendaraan pribadi saja. Angkutan umum dan angkutan penyebrangan juga dibatasi, dengan jumlah armada yang hanya boleh beroperasi sebesar 50 persen saja.

Selain jumlah armadanya, jam operasional dari angkutan umum tersebut juga dibatasi, dengan kapasitas penumpang yang tak boleh melebihi 70 persen dari total kapasitas penumpang.

Baca juga : 6 Mobil yang Pakai Sunroof di bawah Rp 500 juta, Apa Saja?

Menhub juga bilang, selain angkutan umum dan perorangan, ada angkutan yang mendapat pengecualian dalam pembatasan sosial, yaitu angkutan logistik.

“Mobilitas logistik tidak dibatasi, ini menunjukkan bahwa kita pro agar kegiatan ekonomi terus berjalan,” papar beliau.

Ia menambahkan, bahwa adanya pengendalian dan pembatasan sosial menjelang libur Natal dan Tahun Baru berdasar pada Surat Edaran Mendagri, yang diteruskan pada Menhub untuk dilakukan peraturan baru. 

Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Motor

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Motor

      OTOLOKA Toolkit

      Memberikan Anda layanan kalkukasi kredit, perawatan, konsumsi bahan bakar dan asuransi kendaraan