• Home>
  • Berita>
  • Hati-Hati, Asuransi Bisa Gugur, Jika Mobil Pribadi Dijadikan Taksi Online
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Hati-Hati, Asuransi Bisa Gugur, Jika Mobil Pribadi Dijadikan Taksi Online

Dilihat 1002
Agung Prabowo
21 Jun 2020, 23:42
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Belakangan ini transportasi online mulai menjamur. Tak jarang banyak mobil pribadi di jadikan taksi online. Tetapi untuk pemilik asuransi setidaknya perlu berhati-hati ketika ingin mengalihfungsikan mobil pribadi menjadi taksi online. Perubahan fungsi ini hendaknya harus segera dilaporkan kepada pihak asuransi. 

Jika tidak, klaim asuransi anda bisa ditolak dari penyedia asuransi, jika sewaktu-waktu anda mengalami kecelakaan yang berarti semua asuransi anda menjadi gugur. Hal ini mengacu pada peraturan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 4 yang berisi tentang perbedaan penggunaan mobil pribadi dengan penggunaan kendaraan komersial, yang berbunyi: 

“12. Penggunaan Pribadi adalah penggunaan atas Kendaraan Bermotor tersebut untuk kepentingan angkutan pribadi pengguna kendaraan.”

“13. Penggunaan Komersial adalah penggunaan atas Kendaraan Bermotor tersebut untuk disewakan atau menerima balas jasa.”

Umumnya, pemilik mobil yang membeli secara kredit sudah tercantum dengan asuransi mobil. Namun dalam kejadian ini, mobil terdaftar sebagai mobil pribadi. Ini harus dilaporkan kepada perusahaan asuransi. Namun,  jika pemilik mobil tidak melaporkannya kepada pihak asuransi maka akan dianggap sebagai ingkar janji karena kendaraan tersebut digunakan di luar dari kesepakatan awal yakni sebagai mobil pribadi sesuai tercantum dalam polis. 

Baca Juga: Kerja Sama Dengan Mobil Lubricants, Grab Siapkan Sekat Partisi

Hal ini sesuai dengan aturan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) yang menyatakan perlindungan asuransi akan hangus atau gugur jika disebabkan karena penggunaan kendaraan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam polis. Ini mengacu pada pasal 3 berisi: Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas Kendaraan Bermotor dan tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga. Disebabkan oleh hal berikut.

Meskipun sama-sama digunakan, namun dampak dari mobil pribadi yang dialihfungsikan menjadi taksi online juga harus dihitung. Karena apapun yang berhubungan dengan jasa dapat beresiko tinggi bila dibandingkan jika digunakan secara pribadi. Selain itu mobil yang dialihfungsikan sebagai taksi online memilki jam terbang penggunaan yang cukup tinggi dan beresiko menimbulkan kerugian pun semakin besar. 

Perusahaan asuransi memiliki kebijakan masing-masing, terkait pengajuan klaim dari pemegang polis. Sebagai contoh, kendaraan yang digunakan sebagai taksi seharusnya dicantumkan tujuan penggunaan dari kendaraan tersebut saat awal pembuatan asuransi. Jangan lupa juga untuk membaca perubahan kecil di mobil Anda sehingga ketika peristiwa buruk terjadi, maka proses klaim kerusakan dapat dilakukan dengan mudah. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya