• Home>
  • Berita>
  • Hino: Kualitas Bahan Bakar Jadi Kunci Sukses Regulasi Euro 4
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Hino: Kualitas Bahan Bakar Jadi Kunci Sukses Regulasi Euro 4

Dilihat 4355
Amos Arya
29 Apr 2021, 11:02
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Indonesia bakal segera menerapkan regulasi emisi Euro 4 di tahun 2022 mendatang. Beragam persiapan pun dilakukan para pabrikan, salah satunya PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) yang dipastikan telah siap memasuki era Euro 4.

Sejalan dengan teknologi dan juga mesin yang dipersiapkan pabrikan otomotif di Indonesia. Terpenting yang perlu untuk diperhatikan adalah kualitas bahan bakar yang tentunya mumpuni alias tinggi.

Pasalnya hingga saat ini bahan bakar solar di Tanah Air dinilai belum mumpuni untuk mengakomodir standar Euro 4. Jika solar tidak sesuai dengan standar, tentunya dapat mempengaruhi kinerja mesin.

Baca juga: Intip Kesiapan Hino Menuju Euro 4, Berbekal Mesin Common Rail

Hino pun saat ini dipastikan sudah siap untuk menyambut era Euro 4 melalui teknologi mesin common rail yang diusung pada produk-produk teranyarnya. Mesin itu diklaim akan menghasilkan gas buang kendaraan yang lebih baik, jika dibandingkan dengan kompetitor.

Berdasarkan studi yang dilakukan internal Hino dengan menggunakan RN 285, mampu mengkonsumsi oli lebih sedikit dengan perbedaan biaya perawatan hingga 78,33 persen. Mesin common rail Hino dipastikan sudah memenuhi regulasi Euro 4 yang akan mulai dilakukan pada April 2022 mendatang.

Namun perlu dicatat, mesin common rail yang telah memenuhi regulasi Euro 4 membutuhkan kualitas bahan solar yang lebih baik. Saat ini, proses implementasi program B30 sendiri masih terus berlangsung dan terus ditingkatkan.

Kualitas Solar Wajib Ditingkatkan Untuk Memenuhi Regulasi Euro 4

Pemerintah Indonesia meyakini Biosolar B30 merupakan langkah awal untuk menghasilkan bahan bakar minyak untuk mesin diesel berstandar Euro 4. Bahkan Biosolar B30 diklaim telah memiliki Cetane Number 50 yang diklaim mampu memaksimalkan proses pembakaran sehingga gas buang kendaraan semakin rendah.

Namun pihak Hino sendiri merasa masih belum puas dengan kualitas bahan bakar hasil olahan Pertamina.

"Kami sesungguhnya sudah siap untuk regulasi Euro 4 sejak 2012, karena mesin common rail ini sudah masuk Indonesia di tahun tersebut. Tapi yang cukup disayangkan kualitas bahan bakar (solar) yang dijual saat ini belum mampu memenuhi standar Euro 4," jelas Santiko Wardoyo, COO dan Director PT Hino Motors Sales Indonesia di acara Ngovsan Forwot.

Baca juga: Hino Rilis 2 Produk Baru Untuk Indonesia, Ada Truk dan Bus

Kolaborasi antara mesin diesel dan bahan bakar dinilai menjadi faktor utama untuk kesuksesan era Euro 4 di Tanah Air.

"Sesungguhnya semua tergantung bahan bakar minyak yang dipasarkan ya. Apakah sesuai standar Euro 4 atau tidak? Tapi yang pasti kami sudah memiliki mesin yang dapat memenuhi regulasi Euro 4 itu," tukas Irwan Supriyono, After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia

[DeF]

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya