• Home>
  • Berita>
  • Ilmuwan Estonia Mengembangkan Gambut Sebagai Bahan Pembuat Baterai
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ilmuwan Estonia Mengembangkan Gambut Sebagai Bahan Pembuat Baterai

Dilihat 1426
EKO
13 Okt 2021, 14:56
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

gambut sebagai bahan baku baterai

Otoloka.id- Lahan gambut memang menjadi sumber daya yang saat ini belum punya nilai ekonomi, untuk dijadikan tempat bercocok tanam juga kurang subur karena sifatnya yang asam.

Namun, beberapa ilmuwan di Universitas Tartu, Estonia sedang mengembangkan gambut untuk baterai kendaraan listrik.

Nantinya, gambut yang banyak ditemukan di daerah Eropa Utara dijadikan sebagai bahan baku baterai natrium-ion. Baterai tersebut tidak mengandung lithium, kobalt, dan nikel yang punya harga mahal.

Oleh karena itu, baterai natrium-ion menjadi salah satu bahan alternatif dalam pasar baterai kendaraan listrik. 

Apalagi bahan bakunya mudah dijangkau dan berharga murah, membuat biaya produksi baterai alternatif tersebut juga berharga lebih murah dibanding lithium.

baterai kendaraan listrik

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, gambut yang berasal dari pelapukan pohon selama ratusan tahun tersebut memang potensial sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Pihak Universitas berharap, agar proyek tersebut dapat didukung pemerintah, melalui pendanaan kepada pabrik skala kecil di Estonia untuk mencoba teknologi tersebut.

"Gambut adalah bahan mentah yang sangat murah - sebenarnya tidak memerlukan biaya apa pun," kata Enn Lust, kepala Institut Kimia di universitas tersebut, seperti yang dikutip dari Reuters.com

Dalam prosesnya, gambut yang sudah ditambang tersebut akan dipanaskan dengan suhu tinggi di dalam tungku selama 2 sampai 3 jam.

Baca juga: Pemerintah Ajak VW Investasi Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Para ilmuwan di universitas tersebut menggunakan gambut yang sudah membusuk untuk diekstraksi. Lain halnya dengan metode tradisonal yang harus mengeringkan lahan gambut untuk menambangnya.

Gambut busuk lebih sedikit mengeluarkan gas karbon dioksida dibanding dengan penambangan gambut dengan cara mengeringkan lahan.

baterai natrium-ion

Kembali ke baterai natrium-ion yang berasal dari gambut, Lukasz Bednarski selaku analis pasar dan penulis buku tentang baterai mengatakan, bahwa baterai natrium-ion memang harus dibuktikan secara komersial, dan harus ditingkatkan pengembangannya.

Apalagi, perusahaan raksasa di bidang baterai kendaraan listrik CATL China, mengungkapkan pengembangan baterai natrium-ion pada bulan Juli lalu.

"Saya pikir perusahaan akan semakin mencoba untuk mengkomersialkan baterai natrium-ion, terutama setelah pengumuman CATL," kata Bednarski.

Baca juga: Simak Beberapa Kelebihan Mobil Listrik yang Patut Dipertimbangkan

Meski kurang kuat, namun baterai natrium-ion punya kelebihan berharga murah, dan dapat bertahan di cuaca dingin. Selain itu, baterai tersebut juga kompatibel dengan sistem pengisian daya cepat.

“Baterai natrium-ion kemungkinan akan digunakan bersama dengan teknologi lithium-ion untuk menurunkan biaya keseluruhan paket baterai,” tutup Bednarski.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya