• Home>
  • Berita>
  • Indonesia Dorong Produksi Baterai Kendaraan Listrik
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Indonesia Dorong Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Dilihat 70
Adrian Luis
5 Ags 2020, 15:16
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Kini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan investasi dalam pengembangan sektor komersial baterai untuk mobil listrik. Langkah ini dianggap dapat mempercepat upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam memproduksi kendaraan ramah lingkungan yang berbasis listrik (electric vehicle). 

Baca Juga : Modal Asing Masuk Ke Indonesia Untuk Produksi Mobil Listrik Sebesar Rp 55 Triliun

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan perkembangan teknologi baterai untuk kendara listrik merupakan kunci utama Indonesia untuk menjadi pemain dalam sektor kendaraan electric vehicle yang ramah lingkungan. Oleh karena itu menurut Putu, investasi dalam perkembangan baterai kendara listrik ini harus didukung oleh pemerintah. 

Selain itu, menurut Direktur IMATAP mengungkapkan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik. Sementara untuk sektor bahan baku pembuatan baterai kendara listrik, menurut Putu, Kemenperi telah mendapatkan sejumlah komitmen investasi. Diantaranya ada PT QMB New Energy Minerals yang terletak di Monowari, Sulawesi tengah yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 700 juta. Selain itu ada PT Halmahera Persada Lygend yang berlokasi di Maluku utara dengan total investasi sebesar Rp 14,8 triliun. 

Baca Juga : Produsen Baterai ABC Mulai Lirik Pasar Baterai Kendaraan Listrik

Selanjutnya, untuk perkembangan baterai cell lithium ion telah mendapatkan investasi sebesar Rp 207,5 miliar dari PT International Chemical Industry. Diperkirakan perusahaan ini akan memproduksi sebanyak 25 juta buah baterai call lithium ion atau setara dengan 256 MWh per tahunya. 

Putu juga menyatakan dalam mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik, harus dibarengi dengan aspek ekonomi dan lingkungan. Dengan inilah perkembangan teknologi akan mendapatkan hasil yang positif dalam kepada masyarakat tampa mengesampingkan faktor lingkungan.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya