• Home>
  • Berita>
  • Ini Alasan, Kenapa Pabrik Wuling Cikarang Masih Belum Beroperasi
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ini Alasan, Kenapa Pabrik Wuling Cikarang Masih Belum Beroperasi

Dilihat 1090
Adrian Luis
22 Jul 2020, 07:44
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Hingga saat ini pabrik Wuling yang terdapat di Cikarang, Bekasi masih belum belum kembali melakukan aktivitas perakitan mobil dikarenakan mereka terlebih dahulu ingin menyesuaikan antara jumlah suplai dengan stok yang ada di pasar. 

Menurut Danang Wiratmoko selaku Product Planning PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia menyatakan, terkait aktivitas perakitan mobil di pabrik mereka sudah dihentikan setelah tak berapa lama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) sekitar April 2020 lalu. Hingga akhir Juni ini produsen otomotif asal China yang memiliki investasi sebesar Rp. 9 triliun itu masih belum beroperasi kembali. 

Baca Juga : MG Bakal Pakai Pabrik Wuling Untuk Produksi Mobil Di Indonesia

"Mudah-mudahan kita bisa segera melanjutkan pada akhir bulan ini (Juli) atau awal bulan depan (Agustus). Sejauh ini, sih, belum. Kami berharap secepatnya, biar cepat meningkat. Hanya akan menyesuaikan kebijakan dari pemerintah," terang Danang saat ditemui ditengah review Cortez CT. 

Sejumlah pabrik khususnya pabrik mobil yang berada di Jakarta dan sekitarnya, sebenarnya sudah diizinkan untuk beroperasi kembali sejak 8 Juni lalu, sesuai dengan kebijakan transisi PSBB ke "new normal" (kehidupan normal dengan standar baru dalam pandemi). Namun, pabrik harus menerapkan berbagai protokol seperti menjaga jarak fisik dan menerapkan shift kerja guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) antar karyawan. 

Selain itu Danang juga menjelaskan alasan belum dioperasikan kembali pabrik Wuling di Cikarang ini karena melihat jumlah stok yang masih banyak di dealer, akibat penurunan penjualan sebagai dampak dari pandemi. Hal ini juga tidak hanya dialami oleh Wuling saja namun juga menimpa banyak merek-merek lain.

"Jadi ada keseimbangan antara keamanan dan kesehatan produksi di pabrik dengan stok yang ada di pasar dan di dealer. Soalnya kita bisa melihat dari data yang dirilis Gaikindo dan pihak eksternal, menunjukan dampak dari pandemi terhadap industri otomotif sangatlah besar. Jadi perlu banyak pertimbangan", katanya.

Baca Juga : Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Indonesia Kembali Beroperasi

Saat PSBB mulai dilonggarkan pada bulan Juni, angka penjualan untuk bulan Juni mengalami peningkatan sebesar 255 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, kinerja dari Januari sampai Juni tetap turun lebih dari 40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya untuk wholesales sebesar 260.930 atau turun 46 persen dan untuk ritel sebesar 290.597 unit atau turun 42,1 persen.

Walaupun baru merakit kembali mobil pada akhir Juli atau awal Agustus,namun untuk stok Cortez varian terbaru yang dirilis 15 Juli 2020 kemarin sudah aman didistribusikan ke dealer. Hal ini karena Wuling sudah mempersiapkannya sebelum melakukan penutupan pabrik. 

"Karena pada awal tahun, sudah mulai ada rumor soal pandemi. Pandemi sendiri sudah ada di Cina dan masuk ke Indonesia juga sangat cepat. Oleh karena itu, kita mempercepat produksi produk ini. Jadi ketika ada kemungkinan produksi ditangkap, kami memiliki (unit) untuk produk baru", menyimpulkan Danang.(dkh/dkh)

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya