• Home>
  • Berita>
  • Ini Modal Indonesia Untuk Masuk Ke Pasar Kendaraan Listrik
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ini Modal Indonesia Untuk Masuk Ke Pasar Kendaraan Listrik

Dilihat 3398
Pramana
11 Nov 2020, 11:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Pemerintah Indonesia terus mengaungkan terkait pengadaan kendaraan listrik. Begitu pula degan investasi dalam sektor kendaraan listrik yang meliputi produksi mobil listrik dan baterainya di dalam negeri. Menurut Budi Susanto selaku Direktur Industri Logam Ditjen ILMATE Kemenperin mengungkapkan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah demi mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle). 

Dalam keterangan resminya, Budi Susanto mengatakan jika Indonesia memiliki modal yang cukup besar untuk masuk ke sektor kendaraan listrik. Dengan kemampuan penguasaan teknologi baterai serta keuntungan yang dimiliki Indonesia terutama pada bahan baku pembuatan baterai lhitium yang terdiri dari nikel, cobalt, mangan, alumunium dan ferrum yang cukup melimpah ini menjadi modal utama sekaligus keuntungan Indonesia dari negara-negara produsen kendaraan listrik lainya. 

Baca Juga : Produsen Baterai ABC Mulai Lirik Pasar Baterai Kendaraan Listrik

Selain itu, Taufiek Bawazier selaku Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, juga menambahkan jika baterai listrik memiliki usia sekitar 10-15 tahun. Ini artinya, dalam waktu sepuluh tahun kedepan perlu disiapkan sebuah fasilitas recycling (daur ulang) baterai. Dimana nantinya fasilitas tersebut bisa mendapatkan nilai tambah berupa material yang terdapat di dalam baterai seperti lithium, nikel, cobalt, mangan dan copper. Taufiek juga menyebut jika teknologi recycling ini harus dipikirkan dan direncanakan dari sekang seperti bagaimana hydrometalurgi dan penggunaan teknologi AI dan robotik yang akan menjadi kemampuan baru dalam memproses daur ulang baterai. 

Baca Juga : Hyundai dan LG Chem Bekerja Sama Untuk Investasi EV di Indonesia

Baterai listrik terdiri dari cell atau pack yang masing-masing berbeda bentuknya dan tipenya tergantung mobil listrik yang digunakan. oleh karena itu, melihat kerumitan dari proses daur ulang baterai tersebut, maka diperlukan teknologi modern dalam proses tersebut. 

Sebagai informasi, Indonesia memiliki cadangan nikel yang cukup besar di dunia. Diketahui dari seluruh cadangan nikel yang ada di dunia, seperempatnya berada di Indonesia. Dikabarkan hal inilah yang menarik perhatian dua produsen baterai listrik ternama dunia yakni a Contemporary Amperex Technology Co.Ltd dan LG Chem Ltd untuk berinvestasi di Tanah Air. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya