• Home>
  • Berita>
  • Katakan Selamat Tinggal Untuk Isuzu Panther di Indonesia
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Katakan Selamat Tinggal Untuk Isuzu Panther di Indonesia

Dilihat 1028
Deni Ferlindungan
15 Feb 2021, 11:44
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) secara resmi mengonfirmasi secara langsung, tak lagi menjajakan produk multi purpose vehicle (MPV) legendaris mereka, yakni Isuzu Panther di Tanah Air.

Langkah yang diambil Isuzu Indonesia tersebut, lantaran pabrikan ingin fokus untuk menggarap pasar kendaraan komersial. "Kami mengucapkan terimakasih Panther, karena kami akan lebih fokus lagi ke (penjualan) commercial vehicle,” kata Marketing Division Head IAMI, Attias Asril ketika berbincang via virtual kepada Otoloka.

Sedikit mundur ke belakang, Isuzu Panther telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1991 silam. Tak kurang sebanyak 433.117 unit Panther telah terjual dan menjadi pilihan mobil keluarga banyak masyarakat.

Berhenti produksinya Isuzu Panther memang begitu disayangkan. Mengingat produk ini sejatinya masih cukup diminati banyak konsumen, meski tak kunjung mendapatkan sentuhan penyegaran.

Konsumen Tak Perlu Khawatir Mengenai Ketersediaan Spare Part Isuzu Panther

Buat kalian para pengguna Isuzu Panther di Indonesia, tak perlu khawatir untuk ketersediaan suku cadang. Pasalnya IAMI memastikan bahwa spare part Panther masih akan tersedia dalam jangka waktu yang panjang.

“Kewajiban perusahaan untuk menyediakan sparepart adalah hingga 8 tahun setelah produk dihentikan produksinya. Namun, ini berlaku hukum ekonomi dimana ada permintaan maka kami akan tetap menyediakan. Jadi bisa lebih dari 8 tahun,” Attias Asril menambahkan.

Lebih jauh, pria yang akrab di sapa Aat itu mengatakan, Isuzu kedepannya bakal lebih fokus untuk menggarap segmen kendaraan komersial di Indonesia. Sedangkan untuk segmen mobil penumpang, IAMI bakal menjadikan Isuzu mu-X sebagai andalan.

Sekadar informasi, Isuzu Panther telah berkiprah sekitar 30 tahun di Indonesia. Desain yang mengotak, begitu khas dan membekas bagi para pengguna MPV diesel itu.

Pada generasi awal Isuzu Panther dibekali dengan mesin diesel 2200 cc OHV indirect injection. Selang beberapa tahun, muncul mesin dengan sistem direct injection.

Baca juga: Land Rover New Defender Pamer Kekuatan Derek Truk

Seluruh mesin Isuzu Panther dikenal tangguh, perawatan mudah dan murah, serta menawarkan konsumsi bahan bakar yang efisien. Sejalan dengan itu, mobil ini mendapatkan animo besar dari para penggunanya baik di dalam dan luar negeri.

Di era tahun 2000-an, mobil berjuluk ‘Rajanya Diesel’ itu bertransformasi kebentuk lebih modern atau yang dikenal dengan Panther kapsul. Disusul dengan penggunaan mesin diesel turbo.

Memasuki era kapsul, pabrikan melakukan sejumlah penyegaran, hingga akhirnya generasi keempat dirilis pada tahun 2005. Sejak saat itu, IAMI tak kunjung mengenalkan generasi teranyar Panther.

Hanya sebatas penyegaran alias facelift ringan, yang terletak di sisi interior dan ornamen eksterior hingga pintu belakang. Seperti yang terjadi pada model terakhir yang dipasarkan di pasar domestik.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya