Kelangkaan Chip Semikonduktor Diprediksi Masih Menghantui hingga 2025

Otoloka.id- Chip semikonduktor memang masih menjadi berita yang dinanti. Pasalnya komponen ini punya pengaruh yang besar pada kendaraan masa kini, dan itu harus langka lantaran pandemi Covid-19 yang membuat rantai pasokan terganggu.

Meski beberapa pengamat otomotif memprediksi kelangkaan chip semikonduktor tak akan bertahan lama, setidaknya sampai akhir tahun ini, namun hal berbeda disampaikan oleh pejabat perusahaan pembuat chip semikonduktor.

Dr. Yuh-Jier Mii adalah Wakil Presiden Senior Penelitian dan Pengembangan di perusahaan pembuat chip semikonduktor terbesar di dunia, yaitu Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Dia bilang bahwa kelangkaan chip akan tetap terjadi, dan tak akan hilang dalam beberapa bulan.

Seperti yang dikutip dari autoevolution.com, dalam sebuah wawancara, Mii menjelaskan bahwa pemulihan kelangkaan chip yang dimulai tahun ini, tetap saja masih bisa memakan waktu lebih lama sampai krisis benar-benar berakhir.

Dia juga meyakini, dengan menghadirkan fabrikasi produk yang cukup ke produsen kendaraan, tidak mungkin memakan waktu yang lebih cepat dari tahun 2025. Ini berarti kelangkaan chip masih akan ditemui selama dua sampai tiga tahun dari sekarang.

Mengenai penyebabnya kelangkaan, Mii juga menambahkan, bahwa kelangkaan chip semikonduktor di pasar global bukan karena masalah kesehatan global saja (pandemi Covid-19), meski masalah tersebut memang memiliki kontribusi besar terhadap pasokan yang jadi terbatas.

Selaku pemangku jabatan di TSMC, Mii juga mengatakan permintaan akan chip semikonduktor jelas meningkat, dan itu cukup banyak karena sebagian besar produk di luar sana mendapatkan kemampuan cerdas yang membutuhkan chip untuk melakukan keajaiban mereka.

Untuk saat ini, pasar otomotif masih menunggu pemulihan yang sangat dinanti yang seharusnya terjadi tahun ini. Namun, dari pihak pembuat chip semikonduktor berkata lain, yang membuat produsen maupun konsumen harus bersabar menghadapi kelangkaan.

Karena, saat ini banyak yang masih melaksanakan keputusan menyakitkan tersebut di atas, termasuk penghentian sementara produksi mereka di pabrik-pabrik tertentu atau menjual kendaraan dengan fitur yang dikurangi.

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!