OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Kelanjutan Pengembangan Baterai Mobil Listrik di Indonesia
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kelanjutan Pengembangan Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Dilihat 4836
Deni Ferlindungan
2 Jul 2021, 23:07
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Baterai menjadi salah satu komponen penting dalam menunjang pengembangan industri mobil listrik di Indonesia. Sejalan dengan itu, beragam langkah dilakukan untuk mendorong produksi baterai di Tanah Air.

Bicara produksi baterai mobil listrik, tentunya tak lepas dari nikel sebagai bahan dasar pembuatan baterai. Menariknya, di Indonesia ketersediaan nikel terbilang berlimpah.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, bahwa pabrik baterai mobil listrik di Indonesia yang mulai dibangun akhir Juli 2021 mendatang. Nantinya fasilitas pabrik baterai sel di Indonesia ini direncanakan akan berproduksi mulai 2023 mendatang.

Fasilitas ini merupakan buah dari hadirnya PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) beberapa waktu lalu yang disokong dengan investasi konsorsium asal Korea Selatan, LG.

Baca juga: Crossover Listrik Terbaru Nissan Mulai Tebar Pesona

Tak hanya itu, Bahlil juga menambahkan, untuk memuluskan langkah ini setidaknya membutuhkan investasi hingga USD 9,8 miliar atau setara dengan Rp 142 triliun.

Pembangunan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia yang terbesar di dunia. "Kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour," ujarnya ketika berbincang via virtual.

Kelanjutan Pabrik Baterai Mobil listrik

Dengan hadirnya pabrik baterai mobil listrik di Tanah Air, tentunya mendukung potensi Indonesia dalam kancah industri otomotif dunia. Selain itu, tentunya bisa memuluskan rencana Indonesia untuk percepatan elektrifikasi kendaraan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier. “Permintaan EV di dunia diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai sekitar 55 juta unit pada tahun 2040. Pertumbuhan ini tentunya mendorong peningkatan kebutuhan baterai lithium ion (LiB)”.

Baca juga: Wuling Punya Mobil Listrik Murah Rp 60 Jutaan, Tesla Tetap Kalah

Selain itu, meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong peningkatan pada bahan bakunya. Dengan begitu negara dengan sumber bahan baku baterai ini nantinya memegang peranan sangat penting. Ke depannya, kebutuhan baterai lithium Ion akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya isu lingkungan dan tren dunia.

“Hal ini menjadi potensi pengembangan industri baterai yang merupakan komponen utama dalam ekosistem energi terbarukan. Energi yang dikonversi dari sumber terbarukan akan disimpan dalam baterai dan akan digunakan baik secara langsung atau melalui jaringan listrik,” pungkas Bawazier.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan
    Kendaraan Terbaru
    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya