Ketika Produksi Kulit untuk Mobil Dibuat Lebih Ramah Lingkungan

Otoloka.id- Kulit sapi memang menjadi salah satu material yang sering digunakan untuk pelapis interior mobil. penggunaan material ini, biasanya berada pada mobil-mobil kelas menengah atas. Tak heran, interior berbalut kulit sapi menjadi simbol kemewahan bagi mobil itu sendiri.

Namun, seiring dengan perkembangan dunia otomotif yang mengharuskan untuk kendaraan menjadi lebih ramah lingkungan, membuat produsen kulit untuk otomotif juga menerapkan hal yang sama.

Seperti yang dikutip dari autocar.co.uk, Bridge of Weir adalah salah satu perusahaan manufaktur asal Inggris, yang melakukan proses produksi kulit untuk interior mobil dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Sejatinya, kulit sapi memang menjadi salah satu bahan sampingan dari industri makanan. Jika tidak diolah, kemungkinan besar akan menjadi sampah saja.

Namun untuk menjadikan kulit sapi mentah menjadi kulit interior, memerlukan proses yang tidak ramah lingkungan karena menggunakan produk berbahan kimia.

Dalam proses pertama, kulit akan dibiarkan kering. Untuk menghindari dari serangga, perusahaan Bridge of Weir menggunakan bahan dengan komposisi probiotik alami. Setelah itu, kulit mentah yang diberi probiotik, dilakukan proses penyamakan.

Baca juga: Mobil Listrik GSEV dari Wuling Tebar Pesona di GIIAS 2021, Meluncur Tahun Depan

Proses penyamakan membuat kulit mentah menjadi lebih kuat. Biasanya, proses ini menggunakan garam kromium. Namun, pemerintah Inggris membatasi penggunaan bahan tersebut karena tidak ramah lingkungan.

Bridge of Weir yang juga menggunakan sistem penyamakan berbasis aldehida, ternyata penggunaannya juga diawasi. Akhirnya perusahaan tersebut menyamak setiap kulit sapi tanpa menggunakan garam kromium dan aldehida.

Alhasil kulit hasil penyamakan tanpa kedua bahan tersebut punya tingkat penyusutan yang ukurannya cocok untuk meutupi panel instrumen mobil.

Baca juga : Mau Tiket GIIAS Gratis? Caranya Cuma Tonton Web Series Ini!

Setelah disamak, maka kulit tersebut akan dilapis dengan poliuretan berbasis bahan alam, yang lebih ramah lingkungan ketimbang bahan poliuretan yang berbasis bahan baku fosil.

Selain menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, perusahaan tersebut juga menggunakan limbah dari kulit sapi untuk penggunaan lain. Misalnya lemak yang dihasilkan digunakan untuk bahan bakar generator pembangkit listrik pabrik mereka.

Jika ditilik lagi dari awal, memang kulit merupakan bahan yang bisa dibilang lebih ramah dibanding dengan penggunaan plastik untuk bagian interior mobil. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!