• Home>
  • Berita>
  • Korlantas Masih Hadapi Kendala Tilang Elektronik Jalan Tol
  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

Korlantas Masih Hadapi Kendala Tilang Elektronik Jalan Tol

EKO
2022-04-08 10:27:48

Otoloka.id- Di beberapa ruas jalan tol, sejak 1 April 2022 berlaku tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Pengendara pelanggar batas kecepatan, akan terekam di kamera dan siap untuk dikenakan sanksi. Tapi, kenyataan di lapangan tilang elektronik masih ditemui kendala.  

Tetapi, dalam proses berlakunya sistem canggih menegakkan hukum di jalan raya, Kepolisian masih menemukan beberapa kendala. Seperti yang diaporkan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo melalui laman ntmcpolri.

“Jadi gini. Memang kemarin Korlantas sudah sampaikan ada ribuan kendaraan yang tercapture karena langgar batas kecepatan. Tentu dari ribuan capture tersebut tidak semua bisa diolah jadi surat tilang,” ungkap Kombes Sambodo.

Memang, setelah kamera tilang elektronik menangkap gambar pelanggar lalu lintas, gambar yang di tangkap akan dicocokkan datanya dengan database kepolisian. Setelah itu dilakukan proses verifikasi, yang jika benar, akan diberikan surat tilang.

“Artinya kalau tercapture pelanggar sedan warna putih ternyata di data kita minibus warna hitam berarti gak valid datanya kami gak bisa kirim. Berarti kendaraan itu patut diduga pakai gunakan plat nomor palsu,” tambahnya.

Kendala lain yang dtemui kepolisian dalam tilang elektronik ini adalah kualitas gambar yang kurang baik. dengan begitu, kepolisian membutuhkan waktu lebih untuk menyocokkan data kendaraan dengan tertangkap kamera.

Sambodo menambahkan, jika kualitas gambar yang terekam kurang baik, maka “tidak bisa dipastikan plat nomor. maka itu tidak bisa dikirim surat tilang, tentu satu dua tiga hari ini akan kami perbaiki terus mana yang gambarnya goyang mana yang capture tidak bisa diambil,”.

Dalam keterangannya pada 5 April 2022, Kombes Sambodo juga bilang di daerah Jakarta terdapat 128 kasus pelanggaran yang tertangkap melalui E-TLE (tilang elektronik). Ratusan kendaraan tersebut terbukti melanggar batas kecepatan maksimal kendaraan, yaitu 100 km/jam.

Bagi para pelanggar batas kecepatan, akan dikirim surat, dan harus melakukan konfirmasi data kendaraan. Setelah konfirmasi, mereka harus membayar apa yang telah dia perbuat, dengan denda sebesar 500 ribu rupiah, dan harus dibayar terhitung tujuh hari sejak surat tilang datang.

“(Jika denda dibayar), proses tilang dianggap selesai tapi kalau dia tidak melaporkan tidak konfirmasi atau setelah konfirmasi dia tidak membayar dendanya maka STNK-nya akan diblokir,” tutup Sambodo. <IDR>

Ikuti media sosial kita:
  • Dilihat 1865
  • Suka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

Rekomendasi

Komentar

Kirimkan

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    OTOLOKA Toolkit

    Simulasi KreditSimulasi Asuransi
    *Tipe mobil
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan(Tahun)
    Silahkan pilih masa cicilan
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Hitung
    Reset