OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Krisis Akibat Covid-19, Ratusan Karyawa Aston Martin Terancam Di PHK
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Krisis Akibat Covid-19, Ratusan Karyawa Aston Martin Terancam Di PHK

Dilihat 771
Agung Prabowo
29 Jun 2020, 01:13
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, masih berdampak pada industri otomotif. Kini giliran Aston Martin yang mengalami krisis, sehingga terpaksa mengambil langka efisiensi dengan melakukan pengurangan pegawai dalam jumlah yang cukup besar. 

Melangsir dari Autocar, diketahui Aston Martin akan memangkas hingga lebih dari 500 karyawan dari total karyawan sebanyak 2.600 orang. Langkah ini merupakan bagian dari pemotongan biaya £ 10 juta yang merupakan dampak dari menurunnya jumlah produksi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Baca Juga : Rugi Triliunan Rupiah, Bos Mitsubishi Rela Gajinya Dipotong

Pemutusan hubungan kerja (PHK) dirancang untuk meningkatkan profitabilitas Aston Martin. Mereka perlu untuk mengurangi biaya produksi untuk mengimbangi kapasitas saat ini. Secara khusus, penurunan produksi melibatkan divisi sportcar pihak pabrikan. 

Aston Martin bukanlah satu-satunya pabrikan yang terpaksa mengambil langkah efisiensi karena dampak pandemi ini. Sebelumnya ada McLaren yang juga mengumumkan akan melakukan PHK kepada sekitar 1.200 pegawainya, ini dilakukan guna memulihkan kesehatan perusahaan. Dari jumlah tersebut 70 orang diantaranya merupakan tim balap Formula 1 yang terkena pembatasan anggaran karena regulasi baru. 

Diketahui, Aston Martin akan melakukan perempingan secara bertahap. Pihak Aston Martin akan melakukan konsultasi dengan para pegawai dan serikat pekerja terkait langkah PHK ini. Faktor lain yang menjadi alasan PHK ini adalah untuk mengurangi biaya dan pengeluaran perusahaan. 

Baca Juga : Akibat Pandemi, 6000 Karyawan BMW Terancam Dirumahkan

Selain itu Aston Martin juga berencana untuk memangkas biaya produksi sebanyak £ 8 juta. Tak hanya itu biaya belanja modal akan dipotong sebesar £ 10 juta dan biaya restrukturisasi sebesar £ 12 juta, tahun ini.

Selama tiga bulan pertama 2020, tercatat Aston Martin mengalami kerugian hingga £ 118,9 juta. Selain itu, langkah-langkah untuk mengurangi kepemilikan saham dari pemegang saham terbesar kedua Aston Martin, Investment Advisors Limited. Dalam dokumen disebutkan, saham kini hanya sebanyak 14,99% dari sebelumnya 19,92%.

Tidak ada cara lain, restrukturisasi ini dianggap sebagai cara terbaik untuk Aston Martin bisa berhemat sekitar £ 38 juta per tahun. Bahkan sejak 2018, harga saham telah jatuh sejak Aston Martin memutuskan untuk membuat publik. Dan sejak itu, Aston Martin untuk menemukan investor baru untuk mengakuisisi mayoritas saham.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya