Masyarakat Thailand Siap Elektrifikasi, Namun Infrastrukturnya Belum Siap

Otoloka.id- Menurut survey Abeam Consulting Thailand, tiga dari empat orang Thailand masih belum percaya infrastruktur pengisian kendaraan listrik saat ini sudah memadai, padahal, banyak juga di antara mereka yang beralih dari kendaraan bermesin konvensional ke kendaraan listrik.

Dalam survei yang dilakukan pada oktober 2021 lalu, sebanyak 55 persen responden menilai bahwa memiliki kendaraan listrik lebih hemat biaya ketimbang kendaraan konvensional. Sementara 48 persen dari total responden juga setuju kalau kualitas dari mobil listrik dapat diandalkan.

Dilansir dari bangkokpost.com, lebih lanjut ABeam melaporkan bahwa mobil listrik selain lebih affordable, juga membantu untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini, merupakan strategi jitu mengapa mobil listrik makin diterima masyarakat Thailand.

Hasil data survei selanjutnya, sebanyak 71 persen responden setuju kalau kendaraan bertenaga listrik membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Dan memang, saat ini pemerintah Thailand sedang menggenjot untuk proses percepatan elektrifikasi, salah satunya dengan pemberian insentif mobil listrik.

Baca juga: Gaikindo: Dekarbonisasi pada Kendaraan Agak Sulit Jika Dipaksakan

Stimulasi tersebut, membuat penjualan mobil listrik di Thailand tahun ini, meningkat dibanding tahun 2020. Meski ada kenaikan penjualan, nyatanya masih banyak juga masyarakat Thailand yang masih ragu untuk memiliki mobil listrik, terutama soal infrastruktur.

Sebanyak 72 persen responden setuju kalau Thailand kurang memiliki banyak stasiun pengisian listrik umum, sementara 67 persen responden khawatir, mereka akan kehabisan daya ketika dalam perjalanan, akibat kurangnya infrastruktur yang ada.

Setengah dari responden tersebut juga setuju jika infrastruktur pengisidan daya listrik umum, minimal sudah mencapai cakupan sebanyak 80 persen secara nasional.

Secara riilnya, saat ini hanya terdapat seribu stasiun pengisian daya listrik di Thailand, dan ini jauh lebih sedikit dibanding stasiun bahan bakar yang jumlahnya mencapai 30 ribu titik.

“Seiring dengan pertumbuhan adopsi EV (kendaraan listrik), infrastruktur pengisian daya perlu melakukan hal yang sama seperti pengemudi akan membutuhkan tempat untuk mengisi daya,” kata Jonathan Vargas Ruiz, kepala strategi otomotif Asean di ABeam Consulting Thailand.

Baca juga: Zurich Insurance Optimis Bakal Tumbuh Seiring Kebangkitan Industri Otomotif Indonesia

Ia menambahkan, bahwa "Meskipun ada pertumbuhan stasiun pengisian daya pada tahun 2020 karena kemitraan yang baik telah dibangun antara produsen mobil dan penyedia energi, masih banyak yang harus dilakukan untuk memperkuat infrastruktur dan mendorong kolaborasi.”

Teknologi yang berkembang pada kendaraan, juga dapat membantu untuk mengidentifikasi setiap lokasi stasiun pengisian daya listrik umum. Jelas, tujuannya untuk mempermudah pemilik kendaraan listrik dalam mencari sumber daya ketika diperlukan.

"Teknologi sekarang tersedia untuk mensimulasikan pola lalu lintas, kemacetan dan rute perjalanan dan ini dapat membantu mengidentifikasi lokasi terbaik untuk stasiun pengisian EV di Bangkok pada awalnya, tetapi ini harus segera terjadi atau peluang mungkin terlewatkan," tutupnya. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!