OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Menakar Harga Mitsubishi Xpander Bekas, Benarkah Murah?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Menakar Harga Mitsubishi Xpander Bekas, Benarkah Murah?

Dilihat 4569
Deni Ferlindungan
6 Jun 2021, 14:10
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Pemerintah menerapkan kebijakan program diskon PPnBM, namun menariknya tidak terlalu berpengaruh pada pasar mobil bekas di Indonesia. Contohnya pada harga Mitsubishi Xpander bekas yang ternyata cukup bertahan baik.

Meskipun diterpa oleh program diskon PPnBM dan juga musim Lebaran yang telah usai. Ketika digali lebih mendalam ke sejumlah pedagang mobil bekas, harga Mitsubishi Xpander bekas bahkan masih cenderung tinggi, lho!

Rahmat, pemilik dealer mobil bekas Auto Jaya Mandiri menjelaskan, harga Mitsubishi Xpander bekas saat ini masih cukup bertahan. Apalagi untuk mobil-mobil tahun muda.

“Harganya itu masih lumayan tinggi, depreseasinya pun sangat rendah saat ini. Ambil contoh saja untuk Xpander produksi 2018 harganya itu masih di atas Rp 200 jutaan," jelas Rahmat ketika berbincang dengan Otoloka.

Ia pun mengaku bahwa dari sejumlah varian yang ditawarkan, ada beberapa varian yang cukup banyak diburu oleh konsumen. "Varian paling dicari itu yang Ultimate, ada saja konsumen yang berminat," jelasnya.

Baca juga: X-MOC Gelar Silaturahmi Antar Pengguna Xpander se-Asia

Tak hanya itu saja, varian lainnya juga ternyata masih banyak dicari oleh konsumen yang ingin membeli sebuah MPV. "Xpander sekarang lumayan banyak dicari masyarakat, tapi unitnya memang agak langka. Jadi ketika ada pun, hanya 2 minggu paling lama ada sebelum dibeli konsumen," kata Rahmat.

Rahmat pun menegaskan bahwa kebijakan PPnBM ini sebenarnya tidak memengaruhi penjualan. "Permintaan mobil bekas sebenarnya masih cukup baik, kalau dibandingkan di awal pandemi tahun lalu," imbuhnya.

Menakar Depresiasi Harga Mitsubishi Xpander Bekas


Seperti diketahui, depreasi harga begitu mempengaruhi masyarakat dalam membeli sebuah kendaraan. Seperti dijelaskan Joshua, pemiliki Mitsubishi Xpander lansiran 2019 menjelaskan bahwa alasan utama membeli Xpander ternyata karena mempertimbangkan resale value.

Mempertimbangkan nilai jual sebuah kendaraan memang dianggap begitu penting bagi sejumlah masyarakat di Indonesia. Mengingat ada banyak keuntungan yang didapatkan bila membeli kendaraan dengan nilai jual kembali tetap optimal.

"Kalau nilai jual masih tinggi, kalau mau upgrade mobil lagi jadi lebih ringan. Untuk itu dalam memilih sebuah mobil buat saya harus memikirikan resale value," jelas Joshua.

Baca juga: Penjelasan Mitsubishi Terkait Kelangkaan Chip Semikonduktor

Bila mengacu pada harga Mitsubishi Xpander bekas di pasar mobil bekas, terlihat memang penurunan harganya berkisar 15 persen hingga 20 persen saja dari harga baru. Namun harga jual kembali tentunya sangat mempengaruhi kondisi dan juga perawatannya.

Oleh karena itu penting bagi setiap pemilik mobil untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala di bengkel resmi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya