OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Mengenal Fungsi ETLE Dengan Tepat, Pengendara Wajib Tahu
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mengenal Fungsi ETLE Dengan Tepat, Pengendara Wajib Tahu

Dilihat 1400
Deni Ferlindungan
26 Mar 2021, 20:01
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Tak sebatas untuk menindak para pelanggar lalu lintas, fungsi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ternyata cukup beragam. Bagi kalian para pengguna kendaraan sebaiknya memahami secara mendalam.

Menyusul pihak Kepolisian Republik Indonesia saat ini sudah menerapkan program tilang elektronik atau ETLE secara nasional tahap pertama, mulai Selasa (23/3/2021). Lebih mendalam membahas mengenai fungsi ETLE, ternyata ada manfaat lainnya lho!

Sebagai contoh ternyata ETLE mampu mendeteksi penipuan yang terjadi di jalan, seperti penggunaan plat nomor polisi palsu atau tak sesuai dengan kendaraan terkait.

Baca juga: NGK Tawarkan Busi Performa Tinggi Khusus untuk Mobil Toyota

Tak sebatas itu saja, fungsi ETLE juga mampu mendeteksi kejahatan tabrak lari hingga menekan kasus pungutan liar atas tilang di lapangan. Tentunya hal ini dapat menguntungkan bagi para pengguna jalan, selama taat dan patuh terhadap lalu lintas.

"Terobosan ini bisa memudahkan penindakan para pelanggar lalu lintas dan berbagai kasus lain yang terjadi di jalan. Sehingga diharapkan para pengendara jangan sekali-kali melakukan kejahatan di jalan, dan budayakan tertib berlalu lintas," ujar Sekretaris Satuan Tugas ETLE Nasional Korlantas Polri, Kombes Abrianto Pardede.

Fungsi ETLE Sudah Terbukti

Sebagai contoh mengenai fungsi ETLE saat terjadi kasus tabrak lari di bundaran HI, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Di mana dalam kasus ini melibatkan sebuah mobil dengan seorang pesepeda. Berkat ETLE, kejadian ini pun dapat terekam jelas.

Oleh sebab itu, program penerapan ETLE nasional punya dampak besar untuk keberlangsungan penertiban lalu lintas, sekaligus pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Abrianto, pada tahan awal penerapan program ETLE nasional ini akan melibatkan 12 Polda yang turut berpartisipasi. Seluruhnya telah terintegrasi dengan ETLE nasional yang ada di Korlantas Polri.

Pada pelaksanaannya, seluruh ETLE akan terhubung dengan big data Korlantas Polri yang meliputi data ERI Nasional, data base SIM, E-Tilang, TAR, hingga E-Turjawali.

Baca juga: Catat, Mobil Dengan Plat Nomor RF dan RFS Tak Perlu Diprioritaskan

“Jadi masing-masing ke-12 Polda tersebut dapat melakukan penindakan nopol di luar daerah. Sebagai contoh kepolisian di Yogyakarta bisa menindak pelanggar berplat “B” atau kendaraan Jakarta dan sebaliknya,” tambah Abrianto.

Dalam melakukan penindakan kepada pelanggar lalu lintas, Abrianto memaparkan ETLE tidak akan pandang bulu dan pilih kasih. Baik masyarakat sipil, pemerintahan, bahkan TNI/Polri yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.

Kalau kedapatan melanggar melalui kamera ETLE akan diberikan surat konfirmasi yang dialamatkan ke Satuan Provost di masing-masing instansi itu untuk dilakukan penindakan disiplin.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Honda Beat
    Honda Beat
    Honda Beat
    Angsuran mulai dari:Rp 0,44 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya