OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Mercedes Benz Tunda Produksi Mobil Listrik di Thailand
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mercedes Benz Tunda Produksi Mobil Listrik di Thailand

Dilihat 696
Rangga
5 Jul 2020, 23:31
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mercedes-Benz berencana berinvestasi untuk memproduksi mobil listrik dan baterai secara lokal di Thailand. Namun, Mercedes-Benz melihat tidak ada arahan yang jelas dari pemerintah Thailand, sehingga memutuskan untuk menunda investasi. Kemudian produsen mobil mewah asal Jerman ini meminta pemerintah Thailand untuk mempercepat rencana mereka untuk mengembangkan infrastruktur untuk mempermudah akomodasi kendaraan listrik. 

Baca Juga : Mercedes-Benz Recall Lebih dari 600 Ribu Mobil Karena Kebocoran Pada Pompa Bahan Bakar

Perusahaan terutama Mercedes Benz ingin melihat kebijakan investasi yang jelas dari pemerintah Thailand. Jika tidak, maka mereka akan mengubah rencana untuk membuat mobil listrik di Thailand. Hal itu diungkapkan langsung oleh Supant Mongkolsuthree, Chairman of The Federation of Thai Industries setelah bertemu dengan para eksekutif dari Mercedes Benz serta Duta Besar Jerman.

Pihak Mercedes Benz mengumumkan rencananya memulai membuat kendaraan listrik dan baterai di tingkat lokal setelah mendaftarkan ke Board of Investment (BoI). Rencana Mercedes Benz ini pun mendapat lampu hijau dari pemerintah Thailand , namun belum ke tahap investasi untuk mulai memproduksi.

Baca Juga : Inggris Percepat Pelarangan Penjualan Mobil Bensin dan Disel Mulai 2032

Di 2018, Mercedes Benz memperkenalkan investasi pertama untuk mengembangkan plug-in produksi kendaraan listrik hybrid, yang dilengkapi dengan mesin bensin dan motor listrik. Proyek ini ditaksir bernilai 600 juta baht, atau sekitar Rp 283 miliar. Bahkan Mercedes-Benz juga telah menerima persetujuan dari BoI untuk dapat memproduksi baterai lithium-ion.

"Akan tapi kini, Mercedes Benz tidak yakin terkait kebijakan yang mendukung industri kendaraan listrik di Thailand. Karena pemerintah Thailand tidak mengambil tindakan lebih lanjut", ungkap Supant dikutip Bangkok Post, Senin (2020/06/07).

Dia menambahkan bahwa sejauh ini, pemerintah Thailand belum serius dalam membangun stasiun dan fasilitas dari daya baterai di dalam ruangan pengisian.

Keberhasilan Tergantung Pemerintah

Mercedes Benz yakin bahwa keberhasilan dari percepatan pengembangan kendaraan listrik di Thailand ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. Dalam mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik dalam skala besar bukan tidak mungkin bahwa permintaan untuk kendaraan listrik di pasar domestik akan tumbuh meningkat.

Menurut Supant, perusahaan Jerman sudah menyerukan keprihatinan terhadap iklim usaha di Thailand selama pandemi. Karena mereka menduga bahwa pemerintah mungkin menahan diri untuk memberikan bantuan kepada perusahaan Eropa.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya