• Home>
  • Berita>
  • Michelin Kembangkan Ban Tanpa Udara, Masuk Indonesia?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Michelin Kembangkan Ban Tanpa Udara, Masuk Indonesia?

Dilihat 1951
Agung Prabowo
23 Nov 2020, 13:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Michelin Uptis

Otoloka.id - Michelin kini sedang mengembangkan ban tanpa udara. Ban tersebut dinamakan Michelin Uptis yang merupakan singkatan dari Unique Puncture-Proof Tire System. Dalam proses pengembangan ini, Michelin menggandeng pabrikan mobil asal Amerika Serikat yakni General Motors (GM)

Masuk Ke Indonesia ? 

Kartika Susanti selaku Head of Public Affairs and Press Relations Michelin Indonesia mengungkapkan bahwa ban tanpa udara Michelin tersebut direncanakan akan meluncur pada beberapa tahun kedepan. Beliau juga menambahkan jika nama Indonesia sempat disebut oleh prisipal Michelin. 

Baca Juga : TNI AD Berhasil Ciptakan Ban Tanpa Udara, Anti Bocor Juga Anti Peluru!

Michelin Uptis

Dalam konferensi pers di acara Michelin Safe Mobility 2020 beberapa waktu lalu, Kartika Susanti mengatakan jika tidak ada kendala, ban tanpa udara Michelin ini rencananya akan meluncur pada tahun 2024 mendatang. Namun Kartika belum bisa memastikan apakah ban ini akan dijual di Indonesia atau tidak. 

Michelin Uptis ini sedang dikembangkan untuk berbagai jenis kendaraan. Rencananya ban tanpa udara Michelin ini akan dijual mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan niaga, kendaraan bermesin bensin sampai kendaraan bertenaga listrik.

Baca Juga : Uji Coba Ban Michelin Pilot Sport Dengan Ukuran Lebih Besar Pada Kinerja Mobil Listrik

Michelin Uptis

Menurut Kartika, ban Uptis ini memang dirancang untuk meminimalisir resiko kempes atau kebocoran pada ban sehingga pengendara dan penumpang merasa lebih aman. Dengan kelebihannya tersebut, maka waktu mendaur ulang atau mengganti ban tersebut lebih tahan lama sehingga sangat efisien terlebih untuk para pelaku bisnis. 

Mochammad Fachrul Rozi selaku Customer Engineering Support Michelin Indonesia, mengungkapkan jika Indonesia tidak masuk dalam pengembangan ban Uptis ini. Sebab di Tanaha Air Michelin sendiri belum memiliki fasilitas riset dan pengembangan. 

Michelin Uptis

Namun jika ban tersebut sudah di produksi, kemungkinan besar Michelin Indonesia akan melakukan uji coba ban tersebut untuk mencocoknya dengan kontur jalan di Tanah Air. Untuk pengujiannya sendiri diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama. Begitupun dengan kemungkinan menjual ini, Fachrul Rozi tidak dapat memastikan. 

“Untuk riset di Indonesia tidak ada sebab Michelin tidak memiliki R&D (Research and Development) di Indonesia untuk melakukannya. Nanti, jika sudah diluncurkan dan saatnya produksi massal, saya bisa pastikan jika kami akan melakukan tesnya di Indonesia. Tapi untuk kemungkinan menjualnya saya tak tahu. Kemungkinan bisa lima atau enam tahun ke depan (kalau pun dijual),” kata Rozi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya