Mini Terpaksa Berhenti Produksi dengan Alasan Sama, Kelangkaan Chip Semikonduktor

Otoloka.id- Kelangkaan chip semikonduktor memang masih menghantui beberapa produsen otomotif. Meski ada beberapa juga yang optimis bahwa kelangkaan itu akan tumbuh, namun yang terjadi di lapangan masih sama, yaitu langka.

Salah satu produsen otomotif yang mengeluhkan hal tersebut adalah anak perusahaan dari BMW, yaitu Mini yang mengalami kendala untuk memproduksi lini model terbarunya di pabrik Cowley, Oxford, Inggris.

Seperti yang dikutip dari bbc.com, dampak yang ditimbulkan dari kelangkaan tersebut adalah dengan menghentikan proses produksi mereka. Mini mengumumkan bahwa semua jalur perakitan akan dihentikan selama seminggu penuh.

Selain itu, dengan berhentinya proses perakitan akan berdampak pula pada pekerja pabrik yang jumlahnya sekitar 3.500 orang. Dengan begitu, Mini akan mengalami kerugian berupa 5.000 mobil yang tak dapat diproduksi. Namun, proses produksi akan kembali normal dalam sepekan, menurut Mini.

Penghentian produksi kendaraan memang bukan sekali ini saja dialami oleh BMW grup. Di pabrik yang sama, Mini juga pernah melakukan penangguhan produksinya pada tahun 2020.

Di sisi lain, induk perusahaan bahkan mengirimkan kendaraannya dengan fitur yang dikurangi, yaitu tanpa layar sentuh yang mereka kirim ke Amerika Serikat, dan beberapa negara lain seperti Australia.

Kekurangan pasokan chip semikonduktor, membuat BMW tak bisa menyediakan kendaraan dengan tepat waktu sesuai pesanan pelanggan, akhirnya mereka mengirimnya dengan beberapa fitur yang tidak lengkap.

Pengiriman dengan fitur yang dikurangi memang lebih baik ketimbang pelanggan harus menunggu lebih lama lagi, apalagi kelangkan komponen tersebut tak tahu sampai kapan berakhirnya. Toh, dibalik fitur yang hilang, ada komponen pengganti.

Seperti yang terjadi di Australia, pemilik BMW 3 Series juga dikirimkan unit tanpa fitur layar sentuh, namun mobil tersebut masih bisa menggunakan fitur lain, seperti voice command yang juga terdapat di BMW.

Beberapa produsen otomotif seperti Tesla dan Hyundai memang optimis, bahwa kelangkaan chip semikonduktor akan selesai dalam waktu dekat, setidaknya sampai tahun ini. Di lain sisi, banyak juga pengamat otomotif yang berpendapat bahwa pasokan chip akan normal di tahun depan. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!