OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan E-Fuels dan Hidrogen
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mobil Listrik Lebih Ramah Lingkungan Dibandingkan E-Fuels dan Hidrogen

Dilihat 4893
Amos Arya
13 May 2021, 22:43
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mobil listrik dinilai lebih efisien dan menjadi solusi terbaik untuk masa depan, jika dibandingkan dengan kendaraan berbasis hidrogen. Hasil dari penelitian tersebut telah dirilis di jurnal Nature Climate Change.

Selain itu, berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pembuatan gas hidrogen dan e-fuels dapat menyebabkan ketergantungan lebih terhadap bahan bakar fosil. Kendati demikian, Toyota dan Porsche tetap akan mempertahankan strateginya untuk menghasilkan mobil bertenaga hidrogen dan e-fuels.

Kendaraan berbahan bakar hidrogen dan e-fuels dinilai merupakan salah satu solusi untuk menghemat pembakaran internal mesin. Permasalahannya adalah untuk dapat menggerakkan kendaraan masih membutuhkan bahan bakar lebih banyak jika dibandingkan dengan mobil listrik.

Baca juga: Xiaomi Nggak Main-Main Saingi Apple di Segmen Mobil Listrik

Berdasarkan hasil penelitian Falko Ueckerdt di Potsdam Institute for Climate Impact Research Jerman, kendaraan bertenaga hidrogen dan e-fuels merupakan sebuah bentuk kemunduruan di industri otomotif.

"Bahan bakar berbasis hidrogen dapat menjadi penghasil energi bersih yang hebat, tetapi memiliki biaya dan risiko besar. Jika kita ingin mempertahankan teknologi mesin konvensional dan berharap dapat memasok bahan bakar hidrogen sesuai kebutuhan maka pada akhirnya akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar minyak dan gas," ujar Ueckerdt kepada The Guardian.

Pengembangan Mobil E-Fuels dan Hidrogen

Meski demikian bukanlah sebuah kegagalan untuk menghasilkan kendaraan berbasis gas hidrogen dan e-fuels. Karena teknologi listrik tidak dapat memenuhi kebutuhan beberapa moda transportasi seperti kendaraan komersial dengan mobilitas tinggi dan pesawat dengan rute penerbangan jauh.

Dilansir dari hasil penelitan tersebut, mobil berbasis e-fuels juga membutuhkan daya listrik 5 kali lebih besar, jika dibandingkan dengan mobil listrik. Sehingga tidak jauh berbeda dengan mobil konvesional yang membutuhkan bahan bakar fosil.

Baca juga: Kawin Silang Subaru dan Toyota Lahirkan SUV Listrik Solterra

"Hingga saat ini kita masih jauh dari pembaharuan listrik hingga 100 persen. Jika produksi kendaraan listrik di Eropa dengan kendaraan berbahan bakar hidrogen tidak akan mengurangi tingkat emisi kendaraan dan efek rumah kaca. Sama saja dengan mobil konvensional," tukas Romain Sacchi, salah satu anggota penelitian.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Orang Lain Juga Melihat

    Otoloka menyediakan Isuzu Traga informasi model Mobil Indonesia terbaru, termasuk pemotretan fotografer profesional, banyak adegan latar belakang dari berbagai sudut, membantu Anda memahami berbagai informasi tentang mobil ini secara visual. Tidak hanya itu, masih ada layanan pemilihan mobil yang mendukung, konten yang bagus, harga spesial yang membantu Anda untuk membeli mobil impian.

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya