OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Modal Asing Masuk Ke Indonesia Untuk Produksi Mobil Listrik Sebesar Rp 55 Triliun
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Modal Asing Masuk Ke Indonesia Untuk Produksi Mobil Listrik Sebesar Rp 55 Triliun

Dilihat 612
Rangga
3 Ags 2020, 12:19
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Rencana pemerintah untuk memajukan perakitan dan penjualan mobil listrik di Tanah Air pada tahun 2021, kini mendapatkan hasil positif. Hasilnya, banyak pabrik otomotif global yang melakukan Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia. 

Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menyatakan kini sudah ada komitmen dengan total investasi sebesar Rp 55 triliun dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Penanaman modal asing ini berasal dari dari produsen yang berbeda untuk perakitan mobil listrik di Indonesia tapi investasi ini belum termasuk dengan baterainya. Selain itu Putu, mengungkapkan investasi terbesar datang dari Toyota yakni sebesar Rp 28 triliun. Sidanya berasal dari negara lain. 

Baca Juga : Ini Alasan Mobil Listrik di Indonesia Wajib Punya Suara

Sebagai informasi, sudah banyak produsen otomotif global yang menantikan rencana insentif dari pemerintah di tahun depan. Di antaranya ada Toyota dan Daihatsu yang sudah benar-benar memastikan akan membangun pabrik perakitan mobil listrik mereka di Tanah Air. Selain itu ada juga Hyundai yang kini sedang membangun pabrik yang digunakan untuk perakitan kendaraan konvensional dan mobil bertenaga listrik yang terletak di Cikarang, Bekasi. 

Adanya insentif ini sendiri didasari dari adanya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 20219 terkait Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) yang diperuntukan untuk transportasi jalan. Kebijakan ini telah menjadi dasar hukum bagi 17 insentif fiskal maupun non fiskal untuk kendaraan listrik baik yang bertenaga hybrid, plug-in hybrid, maupun yang seratus persen baterai.

Baca Juga : Produsen Baterai ABC Mulai Lirik Pasar Baterai Kendaraan Listrik

Selain itu, Peraturan Menteri terkait petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) telah masuk ke tahap koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Regulasi ini ditargetkan akan selesai pada bulan Agustus 2020. 

Pemerintah Indonesia juga menargetkan sekitar 20 persen kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang diproduksi pada tahun 2025 mendatang sudah berbasis baterai. Diperkirakan, untuk roda empat berkisar 500 ribu unit.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya