• Home>
  • Berita>
  • Pelajar SMA Muhammadiyah Gombong 'Bangun' Mobil ala PUBG
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Pelajar SMA Muhammadiyah Gombong 'Bangun' Mobil ala PUBG

Dilihat 1310
Deni Ferlindungan
8 Mar 2021, 16:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Sebuah prestasi membanggakan dilakukan siswa SMA Muhammadiyah Gombong, yang diketahui baru-baru ini berhasil menciptakan mobil bertenaga surya. Kalau dilihat dari desainnya, mobil ini sangat mirip dengan mobil Buggy yang ada di game online, PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG).

Menariknya, kalau kalian yang suka memainkan game PUBG. Tentunya tidak asing dengan sosok mobil Buggy yang dikenal tangguh untuk melahap segala medan jalan, baik on-road maupun off-road.

Tujuan para siswa SMA Muhammadiyah Gombong tersebut, memang terinspirasi dari desain Buggy yang menghiasi game 'peperangan' berbasis digital tersebut. Buggy dari versi nyata itu pun terus disempurnakan, agar bisa lebih maksimal.

Baca juga: Berbekal Fitur Canggih Mercedes-Benz EQS akan Saingi Tesla Model S

Uniknya lagi, mobil ini tidak mengandalkan mesin konvensional. Penggeraknya mengandalkan lima buah panelsolar cell yang diletakan di atap kendaraan.

Mobil yang diberi nama Spectre atau solar powered electric vehicle itu, dipastikan ramah lingkungan dan tentunya tidak mengeluarkan polusi bagi lingkungan. Tenaganya menggunakan dinamobrushless DC, dengan daya sebesar 800 watt.

Baterai yang digendong Buggy ini sebanyak 5 unit, yang terbagi dari 4 unit baterai penggerak mesin, dan 1 unit baterai untuk menyalakan komponen elektronik tambahan masing-masing 12 volt dengan arus 35 ampere.

Buggy Spectre Mengandalkan Matahari

Bicara lebih jauh mengenai Buggy bertenaga surya itu tentu mengandalkan matahari. Kalau dalam kondisi matahari yang terik, setiap baterai bisa terisi penuh dalam kurun waktu antara 5 hingga 6 jam melalui panel solar cell yang terletak di atap belakang kendaraan.

Terkait mobil prototipe itu, Muhammad Tsaqif Faqiyudin, salah seorang siswa SMA Muhammadiyah Gombong menerangkan bahwa butuh dua bulan, sebelum mobil ini bisa dilakukan test drive.

"Kalau durasi (bahan bakar) kita belum tahu, tapi untuk jarak maksimal 20 kilometer,” beber Tsaqif seperti dikutip dari laman Muhammadiyah, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Permintaan HondaJet Tinggi Selama 4 Tahun Berturut-Turut

Tsaqif pun menerangkan, sangat disayangkan sekolah mereka bukan sekolah menengah kejuruan alias SMK. Dengan kata lain, sekolah mereka memang tak fokus ke bidang otomotif. Hal ini juga diakui oleh Tsaqif sebagai hambatan dalam pengembangan prototipe Buggy mereka.

“Namun berbekal semangat dan arahan para guru pembimbing, mobil tenaga surya akhirnya terselesaikan,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Gombong, Fahrudin Mubarok, mengungkapkan apresiasi sekaligus terus mendorong para siswa mereka untuk mengembangkan Spectre. Agar prototipe mobil ini rampung dan benar-benar layak dikendarai.

“Harapannya nanti mobil yang kini didesain hanya satu kursi tersebut, tidak hanya sekadar menjadi moda transportasi. Tapi sekaligus sebagai ajang kampanye ramah lingkungan,” pungkas Fahrudin.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya