OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Pembelian Mobil Daihatsu Secara Tunai Naik 7 Persen Saat Pandemi
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Pembelian Mobil Daihatsu Secara Tunai Naik 7 Persen Saat Pandemi

Dilihat 1027
Agung Prabowo
24 Jun 2020, 13:04
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Efek dari pandemi corona (Covid-19) tidak hanya menyebabkan penjualan mobil di tanah air menjadi lesu. Tetapi juga dapat mengubah pola pembelian mobil baru, seperti yang terjadi pada konsumen Daihatsu. 

Hendrayadi Lastiyoso selaku Marketing and CR Division Head PT. Astra International menjelaskan bahwa selama ini perbandingan konsumen yang membeli mobil secara kredit dan secara tunai di atas 70 persen. Misalnya saja pada tahun 2019, perbandingannya kredit 75 persen dan tunai 25 persen. 

Baca Juga : Daihatsu Gran Max Rakitan Indonesia Dijual di Jepang, Harga Termurah 237 juta

Namun saat pandemi Covid-19, komposisi tersebut berubah cukup signifikan bagi penjualan Daihatsu. Misalnya saja pada bulan Mei lalu pembeli secara kredit di bawah 70 persen, padahal pada bulan tersebut merupakan bulan ketiga terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Selama tiga bulan periode pandemi, sekarang pembelian tunai mobil Daihatsu mencapai 32 persen dan secara kredit 68 persen. Jadi yang membayar secara tunai naik 7 persen, sebaliknya untuk kredit turun 7 persen. Ini angka cukup signifikan,” ungkap Hendrayadi dalam diskusi virtual mengenai kondisi pasar Januari – Mei 2020. 

“Ini merupakan perbandingan antara pembelian tunai dan kredit yang paling besar. Belum pernah terjadi periode sebelumnya,” tambah Hendrayadi. 

Baca Juga : Ini Beda Spesifikasi Daihatsu Gran Max Jepang dan Indonesia, Harga Tembus Rp300 Juta

Menurut Hendrayad, menyatakan bahwa rekor penjualan tersebut menunjukan bahwa pada masa pandemi, para pembeli mobil adalah pembeli yang memiliki uang tunai dan ini mewujudkan daya beli yang kuat. 

Rekor tersebut, lanjut Hendrayadi, menunjukkan bahwa di masa pandemi, para pembeli mobil kini adalah mereka yang memiliki uang tunai dan berdaya beli kuat. Umumnya, daya beli masyarakat saat pandemin Covid-19 tergantung pada perusahaan tempat mereka bekerja atau penghasilan mereka. Belum lagi ditambah dengan ketatnya seleksi dari leasing (pembiayaan kredit). Hendrayadi juga menyatakan Daihatsu beruntung karena memiliki value chain yang kuat di Grup Astra sehingga dapat membantu di masa sulit pandemi Covid-19.

Penjualan Daihatsu secara keseluruhan sedang lesu, sama juga seperti pasar otomotif nasional. Tercatat transaksi jual beli secara retai pada Januari-Mei 2020 sebanyak 48.019 unit, angka ini turun 39 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019. 

Penjualan retail secara keseluruhan mengalami penurunan sebanyak 40 persen dari tahun sebelumnya menjadi 260.716 unit. Secara wholesales transaksi jual beli Daihatsu turun 39 persen 49.443 unit. Selain itu penjualan wholesales seluruh merek mobil juga mengalami penurunan 41 persen menjadi 248.310 unit.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya