• Home>
  • Berita>
  • Pemerintah Ajak VW Investasi Baterai Mobil Listrik di Indonesia
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Pemerintah Ajak VW Investasi Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Dilihat 1548
Amanda
13 Okt 2021, 11:54
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Belum lama ini pemerintah Indonesia dikabarkan tengah melakukan pendekatan kepada grup produsen otomotif terbesar, Volkswagen (VW) di Jerman.

Pendekatan dilakukan untuk mengajak VW guna berinvestasi di industri baterai mobil listrik. 

Pemerintah melalui Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Bahlil Lahadlia dijadwalkan bertemu VW pada 8 Oktober 2021 kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memaparkan visi pengembangan ekosistem elektrifikasi kendaraan di Tanah Air secara keseluruhan.

Atas presentasinya, ia mencoba menawarkan VW untuk merealisasi rencana investasi pada industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM).

Nantinya, pihak VW akan difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah terkait kebutuhan bahan baku hingga perizinan.

"Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung,” kata Bahlil seperti dikutip siaran resmi Kementerian, Selasa (12/10/2021).

Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Indonesia memiliki potensi dan berkesempatan mempunyai peran besar dalam industri mobil listrik. 

Seperti diketahui, Indonesia memiliki cadangan nikel—bahan baku baterai—terbesar di dunia.

Bahlil juga berharap akan ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik dalam negeri.

Hal tersebut dinilainya dapat menumbuhkan industri dengan pesat. Masyarakat punya ragam pilihan, harga pun akan semakin kompetitif.

Gayung Bersambut

Chairman of the Board of Management VW Group Components Thomas Schmall pun mengakui memang tengah melirik Indonesia sebagai target investasi dalam hal membangun industri pemurnian nikel sampai produksi PCAM.

Oleh karenanya, VW akan serius mendalami potensi Indonesia sebagai rantai suplai bahan baku baterai mobil listrik dan peraturan ekspornya nanti.

Sebagai informasi tambahan, VW dijadwalkan baru akan mulai produksi baterai pada triwulan II 2025.

Tak hanya mengajak VW, pemerintah bertemu raksasa industri kimia  Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) di Frankfurt. 

Pertemuan kedua belah pihak dalam rangka menindaklanjuti minat BASF membangun smelter dan pemurnian hidrometalurgi nikel-kobalt sebagai bahan baku baterai mobil listrik.


  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya