Penjualan Meningkat, Rolls-Royce tetap Menjadi Brand Otomotif yang Pertahankan Eksklusifitas

Otoloka.id- Tahun 2021 menjadi rekor bagi Rolls-Royce dalam penjualan. Pasalnya pabrikan mobil mewah asal Inggris tersebut mendapat kenaikan penjualan sebanyak 49 persen di pasar global. Menanggapi hal tersebut, bos Rolls-Royce bilang: "Kami tidak akan pernah menjadi bisnis yang didorong oleh volume"

Memang, penjualan mobil mewah tersebut yang mengalami peningkatan, merupakan sesuatu yang di luar dugaan. Lini produk Rolls-Royce di tahun lalu laku sebanyak 5.586 unit, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi selama pabrikan tersebut menjual kendaraan 117 tahun silam.

Meski begitu, Torsten Muller-Otvos selaku CEO Rolls-Royce menegaskan, bahwa perusahaannya tidak akan menambah volume penjualan di tahun ini, dan lebih mempertahankan ekslusifitas dari setiap produk yang dihasilkan.

"Biar saya perjelas, Rolls-Royce bukan, tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi bisnis yang didorong oleh volume," katanya. "Kami bukan lagi sekadar produsen otomotif, kami telah beralih menjadi rumah mewah sejati, berfokus pada penciptaan produk mewah terbaik dan paling berharga di dunia,” seperti yang dikutip dari autocar.co.uk.

"Inti dari etos ini terletak pada persyaratan untuk kelangkaan. Dan ambillah dari saya: Rolls-Royce akan tetap langka dan berharga. Unit yang dipesan terlebih dahulu adalah Rolls-Royce, dan alasan utama pelanggan kami datang kepada kami." Tambah Muller-Otvos.

Meski memang lebih mengutamakan ekslusifitas, namun Muller-Otvos tidak menolak permintaan pelanggan, yang bisa saja jumlahnya melebihi volume penjualan yang ditargetkan, seperti yang tahun lalu mereka capai.

"Waktu tunggu adalah hal yang baik untuk barang mewah, dan kami memiliki waktu tunggu yang cukup lama untuk produk kami saat ini, tetapi sulit untuk memperkirakan bagaimana segmen barang mewah itu akan terlihat 10 tahun dari sekarang.

"Jadi untuk alasan itu, saya pikir pertumbuhan masih mungkin terjadi, tetapi Anda tidak akan melihat kami masuk ke angka lima digit (puluhan ribu unit)."

Lebih lanjut CEO berkebangsaan Jerman ini juga tidak ingin agar Rolls-Royce tidak mengikuti tren dalam menaikkan harga, meski sudah menggunakan powertrain listrik. Spectre merupakan lini produk dari Rolls-Royce bertenaga listrik, yang hadir pada 2023 mendatang.

"Kami akan memberi harga Spectre sesuai dengan substansi produknya - itulah yang kami lakukan – dan tentu saja sesuai dengan merek yang diwakilinya. Kami tidak didorong oleh drivetrain seperti apa yang kami miliki di mobil kami dalam hal harga. Itu keyakinan kami.

“Jadi untuk alasan itu, selalu ada ruang untuk menaikkan harga lebih lanjut, karena kami memiliki merek yang sangat kuat di seluruh dunia, dan untuk alasan itu saya tidak khawatir tentang itu. produk baru selalu didorong oleh biaya dalam penetapan harganya. Penetapan harga terkait pasar, terkait klien [dan] terkait merek." Tutupnya.

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!