OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Permintaan Terbatas, Suzuki Indonesia Pikir-pikir Lagi Jual Mobil Diesel
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Permintaan Terbatas, Suzuki Indonesia Pikir-pikir Lagi Jual Mobil Diesel

Dilihat 589
Agung Prabowo
8 Jun 2020, 21:49
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Menghadapi persaingan sengit di segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV), PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencoba memperkenalkan Ertiga dengan mesin diesel pada tahun 2017. Harapannya, kemunculan Ertiga Diesel ini bisa memberikan pilihan kepada konsumen. 

Tapi sayangnya, kemunculan Suzuki Ertiga Diesel yang sudah menggunakan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) tidak bertahan lama di pasar Indonesia. Suzuki terpaksa menghentikan impor Ertiga Diasel ke Indonesia, padahal pada masa itu penjualannya terbilang tidak terlalu buruk. 

"Kami melihat dari penjualan pada periode tersebut masih tetap sesuai target. Pada waktu itu targetnya sekitar 11 persen sampai dengan 20 persen kontribusi dari keseluruhan penjualan Ertiga kala itu. Dilihat secara target memang terakomodir tidak terlalu berbeda,"kata Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT SIS, Harold Donnel akhir-akhir ini.

Menurut Harold, mesin itu diesel sangat sensitif, mulai dari perawatan hingga penggunaan bahan bakarnya. Di kota-kota besar sangat mudah menemukan bahan bakar solar dengan kualitas baik, hal ini belum tentu didapat jika berada di luar kota besar. 

"Dari mulai perawatan, mesin dengan bahan bakar bensin dan diesel sangat berbeda sekali, sensasi dalam berkendarapun juga berbeda. Dari bagaimana cara pengisian bahan bakar. Mungkin, jika kita bicara mesin diesel di kota-kota besar saat ini masih mudah. Tetapi coba kita cek di beberapa kota kecil misalnya di daerah Sumatera atau di Sulawesi dan Kalimantan itu belum tentu tersedia," ujar Harold.

Selain itu menurut Harold, kalaupun tersedia bahan bakar solar di daerah-daerah kecil, pasti pemilik kendaraan suda harus antre panjang untuk pengisian bahan bakar. 

"Jelas hal itu akan memberikan pengalaman yang buruk bagi konsumen kami," lanjutnya. 

Selain masalah mesin diesel yang sangat sensitif, Harold juga mengatakan fitur baru yang dipasang di Ertiga diesel yakni start/stop engine belum sepenuhnya dapat diterima oleh konsumen.

"Di mana terdapat teknologi auto stop dan juga auto start, yang membuat mesin akan hidup dan mati secara otomatis saat mobil berhenti berjalan beberapa detik. Setelah kami lihat di market itu penerimaannya cukup lama yang artinya konsumen belum terbiasa dengan fitur ini," terang Harold. 

Dari tiga indikator yang disebutkan yakni terdiri dari perawatan, bahan bakar dan fitur start/stop engine ini membuat Suzuki Indonesia pikir-pikir lagi untuk memasarkan mobil bermesin diesel. Meskipun industri otomotif diesel di seluruh dunia masih diminati oleh banyak konsumen.

Teks asli dari: cintamobil.com
  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya