• Home>
  • Berita>
  • Perpanjangan SIM pakai Kupon Selama Pandemi Virus Corona
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Perpanjangan SIM pakai Kupon Selama Pandemi Virus Corona

Dilihat 451
Guntur Hanggara
4 Jun 2020, 15:54
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metro Jaya akan menerapkan sistem First In First Out dalam layanan perpanjangan SIM. Perpanjangan SIM juga akan terbatas pada kuota harian dengan mengikuti protokol kesehatan.

Menurut Komisaris Senior Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Lalu Lintas di Kepolisian Metropolitan Jakarta, kuota yang diberikan harus sesuai dengan ruang tunggu untuk layanan perpanjangan SIM. Ini juga akan menerapkan sistem First In First Out kepada publik yang ingin memperpanjang SIM.

Sambodo mengatakan, siapa pun yang datang pertama akan dilayani terlebih dahulu. Di ruang tunggu layanan SIM hanya dapat menampung 100 orang. Sebanyak 100 orang yang mendapatkan kupon dan dapat melakukan Perpanjangan SIM.

Dirlantas juga menambahkan, jika orang yang kehabisan kupon mengurus Perpanjangan SIM, bisa kembali keesokan harinya atau hari lain. Dengan sistem ini dalam pandemi co-19, polisi dapat terus memberikan layanan kepada masyarakat sambil mempromosikan protokol kesehatan.

Perpanjangan SIM Berlaku Hingga 29 Juni

Sebelumnya, polisi membuka kembali layanan perpanjangan SIM (SIM) mulai Selasa (2/6). Untuk pemilik SIM yang masa berlakunya telah berakhir selama pembatasan sosial skala besar (PSBB) karena pandemi virus Corona atau Covid-19, masih dapat memperpanjang tanpa harus membuat SIM baru. Kebijakan terkait SIM ini berlaku hingga 29 Juni 2020.

Menurut Kepala Humas Polisi Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, untuk orang-orang yang SIM-nya habis selama pandemi, Maret, April, Mei, ada dispensasi dari polisi hingga 29 Juni. Jadi, jika masyarakat akan hadir meskipun SIM telah mati selama pandemi, itu masih akan berfungsi sebagai perpanjangan untuk membuat SIM. Jadi tidak membuat SIM baru.

Prosedur Perpanjangan SIM Internasional Sama

Dispensasi ini juga berlaku untuk SIM internasional. Sementara itu, untuk layanan Samsat terkait pajak dan lainnya, polisi berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Tentu saja polisi masih memberikan dispensasi untuk layanan SIM dan Samsat. Tentu saja tidak hanya SIM Umum, tetapi juga layanan SIM Internasional.

Terapkan Protokol Kesehatan dalam Perpanjangan SIM

Argo menegaskan, layanan SIM terus memprioritaskan protokol kesehatan yang ketat. Aturan untuk menjaga jarak tetap diberlakukan dengan pengawasan petugas. SIM Mengemudi dibuka kembali, dan ada dispensasi hingga 29 Juni. Jadi orang tidak perlu khawatir bahwa waktunya sudah habis.

Polisi Nasional telah memberikan dispensasi kepada pemilik SIM (SIM) yang kedaluwarsa selama pandemi virus Corona (COVID-19). SIM yang mati selama pandemi Korona masih bisa diperpanjang.

Kepala Divisi Informasi Publik Divisi Humas Kepolisian Nasional Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan orang yang ingin memperpanjang SIM, Kepolisian Lalu Lintas Kepolisian Nasional telah melakukan berbagai upaya. Pemegang SIM yang masa berlakunya habis pada periode 24 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020 diberikan dispensasi.

Menurut Ahmad, SIM yang masa berlakunya berakhir selama pandemi COVID-19, mulai dari 24 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020, diberikan proses dispensasi untuk perpanjangan SIM dari 2 Juni hingga 30 Juni 2020.

Himbauan untuk Prosedur Perpanjangan SIM

Lebih lanjut ia mengatakan, jika pemegang SIM tidak memperbarui SIM pada saat dispensasi, maka ia tidak bisa melakukan proses pembaruan, tetapi harus melakukan proses penerbitan SIM dengan mekanisme penerbitan SIM baru. Jadi perlu dikatakan bahwa proses pembaruan SIM terakhir pada 30 Juni 2020.

Sementara itu, Ahmad juga menanggapi foto-foto viral dari lonjakan pelamar SIM di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Satpas Lantas telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan selama pengelolaan SIM.

Banding tersebut dalam bentuk pamflet, stiker, spanduk atau langsung kepada pemohon SIM di Satpas untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan seperti Surat Telegram No. 1537 tanggal 29 Mei 2020 tentang percepatan penanganan COVID-19 menuju suatu tatanan kehidupan normal baru.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya