• Home>
  • Berita>
  • RI 1 Ungkap Relaksasi PPnBM Mampu Bangkitkan Industri Otomotif di Tanah Air
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

RI 1 Ungkap Relaksasi PPnBM Mampu Bangkitkan Industri Otomotif di Tanah Air

Dilihat 931
Deni Ferlindungan
16 Apr 2021, 08:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Penerapan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru begitu terasa. Khususnya dalam penjualan roda empat sejak awal bulan Maret lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai industri otomotif, khususnya mobil perlahan merangkak naik. Usai pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM 0 persen untuk mobil baru dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.

Relaksasi PPnBM untuk kategori mobil baru maksimal 1.500 cc punya local purchase komponen minimal 70 persen dan diproduksi di dalam negeri. Diketahui memang mengalami peningkatan penjualan, terhitung sejak 1 Maret 2021 lalu.

Baca juga: IIMS Hybrid 2021 Resmi Dibuka Jokowi, Ini Harga Tiket Masuknya

Melihat tingginya permintaan mobil baru pasca kebijakan relaksasi PPnBM. Pemerintah selanjutnya memperluas relaksasi PPnBM untuk mobil baru yang memiliki kapasitas mesin 1.501 hingga 2.500 cc yang produksi di Indonesia dengan local purchase setidaknya 60 persen mulai 1 April.

Perluasan Relaksasi PPnBM Dorong Pemulihan Industri Otomotif

Pasca perluasan relaksasi PPnBM saat ini, total tercatat kini ada 29 mobil yang berhak mendapatkan fasilitas relaksasi PPnBM untuk dua kategori di atas. Dengan begitu, masyarakat yang ingin membeli mobil baru kini pun semakin dimudahkan.

"Kebijakan relaksasi pajak diterbitkan pemerintah untuk mendongkrak penjualan, mendorong makin banyak permintaan agar ada demand di situ dan menggerakkan industri otomotif," ujar Jokowi dalam pembukaan IIMS Hybrid 2021 di Istana Negara, Kamis (15/4/2021).

Lebih jauh Jokowi pun mengaku telah menerima laporan mengenai kenaikan penjualan pasca relaksasi PPnBM diterbitkan. Ia menegaskan penjualan naik tinggi sampai terjadi inden, karena produksi mobil baru tak bisa mengejar permintaan konsumen.

Kejar-kejaran permintaan dan produksi, tambah Jokowi, menjadi pertanda bahwa industri otomotif di Indonesia secara perlahan kembali bangkit.

Baca juga: Intip Booth Mitsubishi di Ajang IIMS Hybrid 2021, Pajang 7 Produk!

"Saya dapat lampiran ada kenaikan untuk purchase order ada 190 persen, artinya harus inden. Artinya yang memproduksi kewalahan. Artinya lagi industri otomotif sudah bangkit kembali," ungkap Jokowi.

Jokowi pun mengungkapkan harapannya agar industri otomotif di Indonesia terus bertumbuh. Meskipun secara garis besar pandemi Covid-19 belum hilang.

"Ini harus kita jaga agar kebangkitan di industri otomotif jangan sampai terganggu lagi karena pandemi Covid. Banyak negara lain sudah turun anjlok Covid-nya tapi karena tidak bisa jaga kewaspadaan jadi naik lagi, ini harus dijaga," pungkas Jokowi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya