OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Rugi Sampai 65 Triliun Karena Kemacetan Ibu Kota
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Rugi Sampai 65 Triliun Karena Kemacetan Ibu Kota

Dilihat 77
Chandra Dimas
5 Ags 2020, 16:43
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Sudah sangat tidak asing bahwa Jakarta disebut kota termacet di Asia dan banyak sekali dampak negatif yang dihasilkan seperti kerusakan pencemaran udara dan hilangnya produktivitas masyarakat yang menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp 65 triliun per tahun. Itu merupakan kerugian yang sangat banyak dan sangat disayangkan oleh Pemerintah dan banyak pihak.

Informasi ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara online yang diadakan atau istilah sekarang yaitu webinar. Sekolah Perusahaan dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung, Rabu (2020/08/05) yang menggelar acara ini.  "Karena Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) itu adalah salah satu lokasi aglomerasi (atau daerah di pusat kegiatan keuangan, administrasi, dan sebagainya), yang terbesar di wilayah Indonesia sebuah populasi 33 juta lebih, "kata mantan Direktur PT Angkasa Pura I adalah.

Jakarta adalah titik pusat, maka setiap hari sebanyak 3,2 juta individu untuk melakukan perjalanan di pergi atau di antara kota-kota ke dan dari tempat kerja ke tempat tinggal. Ditambah dengan metode transportasi umum yang sekarang semakin dibatasi jumlahnya membuat orang makin menggunakan kendaraan pribadinya. 

Baca jugaGanjil Genap Kembali Berlaku Tanggal 3 Agustus Ini

Akibatnya kita merasakan betapa macetnya ibu kota ini bahkan tingkat kemacetan di Jakarta sudah mencapai 53% dan peringkat ke-10 dalam daftar kota termacet di Asia. Pada waktu itu pun ADB menyebut Bandung dan Surabaya juga termasuk salah satu kota termacet di Asia. Jadi dengan demikian, urbanisasi tidak berdampak signifikan terhadap produk domestik bruto per kapita. Jadi jika 1% urbanisasi hanya ada efek 1.4% peningkatan PDB per kapita. Untuk itu, menurut Budi pergeseran dari kendaraan pribadi ke transportasi umum adalah suatu keharusan.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya