OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Selama Masa Pandemi Siapakah Pembeli Mobil Toyota?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Selama Masa Pandemi Siapakah Pembeli Mobil Toyota?

Dilihat 694
Yogi Pratama
15 Jun 2020, 21:46
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Tidak dapat dipungkiri bahwa penjualan mobil akan menjadi korban dari virus corona menyebar. Sejak pemerintah menetapkan skala besar Pembatasan Sosial (PSBB), banyak dealer yang ditutup sehingga kontribusi penjualan mobil menjadi lebih kecil.

Mereka Yang Banyak Duit Yang Mampu Beli

Bagi mereka Orang banyak duit masih mampu beli mobil. Meski begitu, tidak berarti penjualan mobil tidak ada. Disampaikan produsen utama di Indonesia Toyota, pembelian mobil masih ada terutama mereka oleh orang-orang yang kaya.

"Jadi yang masih bertahan, memang segmen yang masih memiliki kekuatan uang, meskipun masih kredit tetapi membayar uang muka minimal 20% -30%. Lantas segmen manakah yang bertahan? Ya memang tambahan dan pengganti segmen karena mereka sudah memiliki modal untuk bertukar ditambah, "kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra motor Anton Jimmi Suwandy dalam percakapan virtual dengan anggota media.
Sedangkan segmen pertama dari pembeli mobil pertama atau pembeli cenderung menurun. virus corona ini cukup menjadi dampak yang signifikan terhadap perekonomian mereka yang datang dari pembeli pertama.

Ditambah dengan seleksi yang ketat dari lembaga keuangan. Seperti yang kita ketahui, ada sejumlah lembaga keuangan dengan ketentuan uang muka 40%. Memang pengalaman kami ini yang pertama, mungkin tidak pernah ada sehingga situasi seperti ini. Jadi kita mencoba untuk merujuk pada krisis sebelumnya, tapi situasi tidak sama," kata Anton.

Selain penjualan mobil baru di pasar mobil bekas, juga pasti terpengaruh. Itulah sebabnya segmen pengganti atau mereka yang ingin mengganti mobil menjadi tertunda. Misalnya ada yang ingin trade-in di cabang sulit juga bagi kita untuk menjual lebih banyak unit lagi karena ya marketnya juga lagi turun," kata Anton.

New Normal Semakin Toyota Optimis

Menghadapi New normal, kita cukup optimis akan penjualan mobil diprediksi akan meningkat lagi pada bulan keenam pada tahun 2020. Adanya peraturan PSBB transisi new normal ini di sejumlah daerah termasuk ibukota Jakarta, memiliki potensi untuk menghidupkan kembali penjualan mobil baru.

  

Penjualan ritel mobil Toyota di Mei 2020 tercatat lagi menurun dibandingkan April lalu. Hanya 6727 unit mobil Toyota yang dibeli oleh konsumen di Indonesia. sebelumnya malahan Toyota mampu mengirim 20.000-30.000 unit mobil dalam waktu satu bulan. Penjualan Toyota di Mei di sebagian besar terbantu oleh mobil Avanza dan diikuti oleh mobil Rush, Calya, serta toyota model lainnya.

"Kami melihat situasi ekonomi mereka transisi ini mulai ada pembelian kembali mobil, armada juga mulai berkomunikasi dengan kami tentang harga dan lain-lain. Meskipun belum normal sekali, tetapi pada bulan Juni pasar terlihat cerah sepertinya," kata Anton.


  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya