Setiap Bangunan Baru di Inggris, Harus Punya Titik Pengisian Kendaraan Listrik

Otoloka.id- Di Inggris, setiap gedung yang baru dibuat, diharuskan memasang titik pengisian kendaraan bertenaga listrik. hal itu merupakan mandat dari Perdana Menteri Inggris, Borris Johnson yang akan dimulai pada awal tahun nanti.

Seperti yang dikutip dari reuters.com, Perdana Meteri Borris mengeluarkan peraturan tersebut saat dirinya berpidato dalam konferensi tahunan Konfederasi Industri Inggris, pada Senin lalu (22/11).

Peraturan baru tersebut akan berlaku pada setiap bangunan baru non perumahan seperti supermarket dan kantor, serta bangunan baru perumahan. Bangunan yang melakukan renovasi dengan skala besar juga diharuskan untuk memasang titik pengisian daya tersebut.

Memasang charging station atau titik pengisian daya kendaraan listrik, merupakan bagian dari program Pemerintah Inggris Net Zero Strategy. 

Baca juga : Hadiri GIIAS 2021, Jokowi Dukung Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia

Program tersebut memang ingin mempercepat investasi dalam infrastruktur transisi kendaraan listrik yang diumumkan bulan lalu.

Ambisi Menjadi Negara Pemimpin Net Zero

Sebagai tuan rumah konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP 26), Inggris memang negara yang punya ambisi untuk revolusi hijau. Negara ini ingin menghilangkan negara-negara lain dalam kecanduan terhadap bahan bakar fosil.

“Dengan KTT iklim utama COP26 sudah dekat, strategi kami memberikan contoh bagi negara-negara lain untuk membangun kembali yang lebih hijau juga saat kami memimpin tuntutan menuju nol bersih global,” kata Johnson.

Baca juga: Intip Spesifikasi Mobil Listrik Mitsubishi Minicab MiEV yang Dikendarai Jokowi

Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu Inggris merupakan negara pertama dari Kelompok Tujuh ekonomi industri yang menetapkan target nol emisi pada tahun 2050. 

Sementara pada tahun 2035, negara tersebut menargetkan memiliki pembangkit listrik yang bersih dari karbon.

"Inggris memimpin dunia dalam perlombaan menuju net zero. Orang-orang seperti China dan Rusia mengikuti jejak kami dengan target nol bersih mereka sendiri, karena harga jatuh dan teknologi hijau menjadi norma global," katanya.

Pemerintah Inggris juga punya target untuk memiliki 40 gigawatt pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai pada tahun 2030, serta 1 GW angin lepas pantai terapung. 

Tahun lalu, energi terbarukan menyumbang sebanyak 40 persen dari total listrik yang dihasilkan di Inggris. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!