• Home>
  • Berita>
  • Sinar Matahari dan Udara dapat Dijadikan Bahan Bakar Alternatif
  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

Sinar Matahari dan Udara dapat Dijadikan Bahan Bakar Alternatif

EKO
2021-12-13 19:12:00

Otoloka.id- Ide untuk menjadikan bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi, memang banyak dilakukan. Namun, ada gagasan dari Universitas ETH Zurich Swiss yang membuat bahan bakar alternatif berasal dari campuran udara dan sinar matahari. Serius!

Memang ide tersebut seperti yang dilakukan kimiawan di era-era Eropa Modern Awal, yang mengubah timah menjadi emas. Meski terdengar tak masuk akal, namun hal itu benar adanya, dan saat ini sedang dilakukan melalu proyek percontohan di Swiss.

Untuk membuatnya, Universitas ETH Zurich membangun kilang surya mini yang menjadi rangkaian proses bahan bakar hidrokarbon, yang menjadi cikal bakal dari bahan bakar sintetis.

Jadi, untuk membuat bahan bakar sintetis tersebut, mengambil hidrogen yang berasal dari air, dan karbon yang berasal dari CO2 di udara lalu mengekstraksinya dengan bantuan tenaga listrik. Hal ini yang kurang efisien, karena proses tersebut membutuhkan daya listrik yang besar.

Baca juga: Spyshot Generasi terbaru Mini Cooper Bocor, Makin Radikal

Nah, kilang surya mini buatan ETH Zurich, justru menggunakan sinar matahari sebagai bagian langsung dari proses pembuatan bahan bakar sintetis tersebut, dan tidak membutuhkan listrik dalam jumlah besar, karena energi listriknya disuplai dari sinar matahari.

Melansir dari motorcyclenews.com, secara garis besar ada tiga proses di kilang mini ETH Zurich. Yang pertama adalah mengekstrak air dan CO2 dari udara, yang nantinya akan masuk ke dalam reaktor yang dinaungi oleh parabola cermin.

Cermin parabola akan mendeteksi sinar matahari dan akan memfokuskan pantulan ke arah reaktor yang di dalamnya terbuat dari serium oksida, lalu memanaskannya. Pemanasan reaktor dalam suhu 1.500 derajat celsius, akan mengakibatkan terlepasnya oksigen ke atmosfer dan menghasilkan campuran hidrogen dan karbon monoksida.

Campuran antara hidrogen dan karbon monoksida tersebut, dinamakan syngas dan akan disalurkan ke katalis untuk dijadikan zat cair berupa hidrokarbon cair yang dapat dijadikan metanol, cikal bakal bahan bakar sintetis. Pemrosesan dua reaktor tersebut, dapat menghasilkan syngas sebanyak 100 liter per hari.

Bahan bakar sintetis tersebut, diklaim ETH Zurich menghasilkan karbon netral sesuai dengan proses pembuatan bahan bakar tersebut. Namun, selain CO2, ada emisi lain yang diperhitungkan dalam kendaraan, seperti NOx yang berasal dari pembakaran nitrogen dan oksigen. 

Ikuti media sosial kita:
  • Dilihat 4798
  • Suka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Motor

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Motor

      OTOLOKA Toolkit

      Simulasi KreditSimulasi Asuransi
      *Tipe mobil
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan(Tahun)
      Silahkan pilih masa cicilan
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Hitung
      Reset