OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Soal Standar Emisi, Indonesia Disarankan Harus Loncat Ke Euro 6
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Soal Standar Emisi, Indonesia Disarankan Harus Loncat Ke Euro 6

Dilihat 1108
Agung Prabowo
3 Jul 2020, 20:57
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Dari Oktober 2018 semua mobil baru di Indonesia telah mengadopsi standar emisi Euro 4. Adapun mobil dengan mesin diesel, yang semula efektif dalam April 2021 harus ditunda selama satu tahun karena pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Alasan penerapan kebijaksanaan standar emisi Euro4 ini, tidak hanya untuk mengurangi polusi udara namun juga sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian.

"Akan terhambat jika masih ekspor mobil Euro2 karena negara-negara lain sudah Euro4. Jika mereka bertahan dengan Euro2 bagaimana produsen mobil ingin menjual atau mengekspor mobil" kata Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK, Dasrul Chaniago, saat event webinar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada akhir pekan lalu.

Baca Juga : Ini Alasan Isuzu Tunda Peluncuran Varian Baru dari Traga dan mu-X Di Indonesia

Setelah emisi Euro4, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK) akan berencana untuk kembali meningkatkan standar emisi gas buang menjadi Euro5. Terutama bagi kendaraan bermesin bensin akan diterapkan pada tahun 2023 mendatang. Sementara kendaraan bermesin diesel akan diterapkan empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2027.

Tapi melihat perkembangan teknologi saat ini Kementrian LHK menginginkan agar langsung lompat ke Euro 6. Hal ini dikarenakan melihat negar-negara tentangga yang segera meningkatkan Euro 4.

" Memang seharusnya kita ke Euro 5 namun ini harus loncat ke Euro 6 kalau tidak kita akan ketinggalan. Contohnya saja Vietnam yang sudah masuk Euro 5 pada 2021, kita khawatir jika tidak bisa lagi ekspor mobil ke Vietnam jika kita masih Euro 4 sedangkan mereka sudah Euro 5, secara otomotis mobil buatan Indonesia tidak biasa diterima. Seperti halnya saat kendaraan di Indonesia masih menggunakan standar Euro 2 sedangkan mereka sudah menggunakan Euro 4. Sekarang Indonesia menduduki peringkat kedua dalam ekspor mobil ke sana. tepatnya di bawah Thailand" ungkap Dasrul. 

Baca Juga : Nissan & Renault Diduga Curangi Hasil Uji Emisi

Maka dari itu, Dasrul berharap Pertamina tidak perlu untuk menghasilkan bahan bakar dengan spesifikasi Euro5, jadi langsung loncat saja ke Euro6. 

Penerapan standar emisi Euro 4 kendaraan adalah wujud tindakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara, lingkungan dan bahan bakar. Ini adalah bagian dari proyek lanjutan setelah Indonesia berhasil menerapkan bahan bakar tanpa timbal commissioning pada tahun 2006.

"Pada awalnya penerapan bensin tanpa timbal diproduksi dari Jakarta pada tanggal 1 Juli 2001. Jakarta menjadi percontohan untuk perkotaan. Setelah sukses di tahun 2006, seluruh bahan bakar di Indonesia timbal", kata Dasrul.

Setelah itu, pada tahun 2007 Indonesia akan menerapkan Euro 2 dari 2009. Euro 2 mesin standar dengan minimal bahan bakar untuk digunakan sebagai PERTAMAX 92, sedangkan mesin diesel Pertamina Dex. Sekitar delapan tahun kemudian bahwa pemerintah telah meningkat dalam standar emisi Euro4. Kemudian baru diterapkan pada tahun 2018 lalu.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya