• Home>
  • Berita>
  • Subaru Akan Kembali Ramaikan Pasar Otomotif Indonesia Tahun Depan
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Subaru Akan Kembali Ramaikan Pasar Otomotif Indonesia Tahun Depan

Dilihat 770
Adrian Luis
13 Jul 2020, 20:32
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mungkin merek mobil Subaru terdengar tidak begitu asing di telinga masyarakat Indonesia, apalagi pada tahun 2000-an. Pada era tersebut, mobil dengan merek Subaru telah berkeliaran di jalan Tanah Air. 

Berdasarkan data distribusi milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Subaru telah terdaftar sejak tahun 2001 silam. Dan pada tahun yang sama Subaru juga meluncur dipasar otomotif Tanah Air. 

Di tahun pertamanya, Subaru harus bersaing dengan produsen mobil yang sudah lebih dahulu meluncur di Indonesia. Tercatat, pada tahun pertamanya 2001, Subaru hanya berhasil menjual sebanyak 25 unit mobil.

Baca Juga : Mercedes-AMG GT Black Series Debut 15 Juli

Penjualan ini pun mulai mengalami peningkatan di tahun kedua menjadi 55 unit. Namun, Subaru masih kesulitan untuk bersaing dengan produsen lain. Hingga tahun 2010 tercatat penjualan Subaru masih stagnan. 

Barulah pada tahun 2011, Subaru mulai mengeluarkan taringnya. Jika untuk menjual sebanyak 50 unit saja sudah cukup sulit, tetapi pada tahun 2011 Subaru berhasil menjual hingga 252 unit. Ditahun berikutnya 2012, penjualan Subaru semakin meningkat tercatat Subaru berhasil menjual sebanyak 321 unit. 

Tak hanya disitu, pada tahun 2013 Subaru mencapai pencapaian tertingginya, karena total penjualan meningkat tajam yakni empat kali lipat dari sebelumnya menjadi 1.210 unit. Sayangnya pada tahun 2014 Subaru harus hengkang dari pasar otomotif Tanah Air. 

Baca Juga : Wuling Resmi Luncurkan MPV 1.2 Terbaru, Harganya Rp 80 Jutaan

Sebelumnya, melalui PT Motor Image Indonesia (MMI), Subaru dinilai telah melakukan pelanggaran pajak sebesar Rp 1,5 triliun untuk kegiatan impor di tahun 2013. Sebanyak 243 unit mobil aset Subaru disita oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Hal ini pun membuat penjualan Subaru di Tanah Air harus di hentikan sebab PT MMI tidak mau membayar pajak kendaraannya. Untuk sekarang kebanyakan konsumen membeli mobil Subaru melalui Importir Umum (IU). 

Namun bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan mobil merek Jepang tersebut tidak perlu khawatir, sebab Subaru akan mulai kembali meramaikan pasar otomotif Indonesia pada tahun depan, 2021. Dikabarkan Subaru akan datang dengan Agen Pemegang Merek (APM) yang baru bukan lagi dibawahi oleh PT MMI. 

Kembalinya Subaru ke pasar otomotif Tanah Air ini tentu akan menjadi tatangan yang berat. Subaru harus memiliki strategi yang jitu untuk dapat bersaing dengan produsen otomotif lainya, terlebih sekarang di Indonesia sudah mulai bermunculan produsen otomotif baru. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya