• Home>
  • Berita>
  • Sulfur Menjadi Sumber Daya Baru untuk Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik
  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

Sulfur Menjadi Sumber Daya Baru untuk Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik

EKO
2022-02-15 09:58:00
loading...

Otoloka.id- Dengan perkembangan teknologi yang makin pesat, industri kendaraan dunia akan turut berkembang. Baru-baru ini, telah ditemukan inovasi berupa penggunaan sulfur untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Seperti yang dikutip dari autoevolution.com, baterai dengan bahan berbasis lithium-sulfur memiliki lebih banyak energi untuk dikeluarkan, namun tak mengurangi bobotnya. Apalagi, baterai tersebut dapat menjadi kunci untuk pembuatan baterai berkelanjutan.

Soalnya, saat ini penjualan kendaraan listrik secara global mengalami peningkatan secara drastis. Sulfur sebagai bahan baku yang belum sempat dipakai, menjanjikan sebuah alternatif ketimbang baterai lithium penuh yang harganya mahal.

Belum lagi, lithium juga menjadi sumber daya terbatas yang untuk membuatnya diperlukan banyak proses. Salah satunya adalah isu kerusakan lingkungan yang banyak diprotes oleh pegiat lingkungan.

Untuk menjadikan sebuah baterai, belerang mendapat masalah dengan elektrolit karbonat yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. Nah, peneliti tapi sudah menemukan cara untuk menstabilkan bentuk belerang dalam katoda.

Hal tersebut berarti, dengan menambahkan belerang dalam baterai, perusahaan akan berhasil memperluas kapasitas mereka, memperpanjang umur, dan memberikan alternatif berkelanjutan untuk bahan katoda saat ini seperti kobalt, nikel, dan mangan.

Jika elektrolik karbonat sudah bisa diatasi, ada satu yang masih menjadi kendala, yaitu polisulfida. Senyawa kimia tersebut dapat masuk ke dalam elektrolit dan akan merusak baterai. Hal ini ternyata sudah bisa diatasi oleh peneliti, yaitu dengan membuat katoda dengan serat nano karbon.

Dala pengujianyang dilakukan peneliti dari Universitas Michigan selama satu tahun secara terus menerus, baterai secara keseluruhan dapat bekerja pada kapasitas maksimum seperti saat pertama kali diuji coba.

Jika baterai Lithium-Sulfur tersebut terbukti dapat diandalkan, ini "tidak hanya akan membuat baterai belerang layak secara komersial, tetapi mereka akan memiliki tiga kali kapasitas baterai Li-ion dan bertahan lebih dari 4.000 pengisian ulang - setara dengan 10 tahun penggunaan." Seperti dalam keterangan.

Namun, para peneliti masih berusaha untuk memahami dengan baik bagaimana katoda belerang tetap stabil pada suhu kamar. Dengan adanya penemuan ini, bisa jadi produsen otomotif dapat menggunakannya sehingga dengan sumber daya alternatif dapat menjadikan harga baterai yang lebih terjangkau. 

Ikuti media sosial kita:
  • loading...
  • Suka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      OTOLOKA Toolkit

      Simulasi KreditSimulasi Asuransi
      *Tipe mobil
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan(Tahun)
      Silahkan pilih masa cicilan
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Hitung
      Reset