Tilang Elektronik di Jalan Tol, Resmi Berlaku pada April 2022

Otoloka.id- Jalan-jalan utama tiap daerah di Indonesia, saat ini sudah menggunakan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, dan pada April 2022 tilang elektronik resmi berlaku di jalan tol dalam kota maupun luar kota.

Penerapan program tilang elektronik di jalan tol, sama saja dengan yang terdapat di jalan daerah. Dan itu berdasarkan dari peraturan pemerintah no 79 tahun 2013 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4.

Peraturan pemerintah tersebut, lalu diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Di dalam pasal 3 ayat 4, terdapat butir a yang mengatur kecepatan di jalan bebas hambatan alias jalan tol, menyatakan paling rendah 60 km/jam dan paling tinggi 100 km/jam.

Atas dua sumber tersebut, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementrian Pekerjaan Umum selaku lembaga yang berwenang untuk pengaturan jalan tol di Indonesia, akhirnya memberlakukan program tilang elektronik di ruas tol dalam kota sampai luar kota.

BPJT dalam website resminya menerangkan, bahwa terdapat dua peraturan yang menyesuaikan mengenai batas kecepatan laju kendaraan. Untuk kecepatan terendah di tol dalam kota maupun luar kota adalah 60 km/jam. Sementara untuk tol adalam kota kecepatan maksimal adalah 80 km/jam, dan tol luar kota memiliki batasan kecepatan 100 km/jam.

Sementara itu, dalam website resmi Korlantas Polri selaku lembaga yang berwenang untuk melakukan tilang elektronik, mengungkapkan bahwa pengemudi yang melakukan pelanggaran berupa melebihi batas kecepatan, akan tertangkap di kamera.

Detil pemilik berikut kendaraan yang melakukan pelanggaran batas kecepatan, datanya akan diverifikasi. Sesudah diverifikasi, maka bukti-bukti pelanggaran akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan.

“Jadi bila mobil sudah berjalan di atas 120 kilometer per jam, pasti akan ter-capture dan setelah diverifikasi akan ada surat cinta untuk pelanggar membayar denda,” kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan.

Brigjen Aan juga menambahkan, bahwa “Penegakan hukum berbasis IT ini untuk menghindari interaksi petugas dan pelanggar, menghindari konflik pelanggar dan petugas. … selama 24 jam kamera akan mengawasi semua pelanggaran di jalan tol.” <idr> 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!