Toyota Luncurkan Mobil Konsep GR Yaris Bertenaga Hidrogen

Otoloka.id- Toyota tengah mengembangkan mesin berbahan bakar hidrogen untuk ajang balap dan saat ini diujicoba pada dua lini produk Toyota, yaitu Corolla Sport dan GR Yaris. Kedua mobil tersebut berlaga di ajang balap Super Taikyu di Jepang.

Ternyata, Toyota melakukan eksperimen pada proyek tersebut sejak tahun 2017 silam. Memang saat ini pabrikan otomotif asal Jepang tersebut belum siap untuk menjadikan mesin dengan bahan bakar hidrogen, sebagai mobil yang dijual untuk massal.

Hasil dari pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen Toyota, ternyata menghasilkan emisi yang mendekati nol. Bagusnya, dengan mesin tersebut, karakteristik akustik khas mesin pembakaran internal tetap ada.

Toyota Corolla Sport dan GR Yaris untuk balap tersebut menggunakan mesin yang sama, berkode G16E-GTS, yang telah dimodifikasi agar bisa menenggak hidrogen sebagai bahan bakarnya. 

Ketika dievaluasi, ternyata pengembangan tersebut memiliki harapan untuk dijual massal.

Baca juga: Toyota GR Yaris Mulai Dikirimkan ke Konsumen di November

Nah pada GR Yaris bertenaga hidrogen yang memiliki kode XP210 ini, menawarkan model tiga pintu, dengan mesin tiga sinder turbo, dan berpenggerak semua roda atau all wheel drive.

Untuk diketahui, mobil dengan bahan bakar hidrogen yang saat ini ada ternyata punya sistem kinerja yang berbeda dengan yang dikembangkan oleh Toyota tersebut.

Contohnya adalah Toyota Mirai, yang menjadi salah satu produk mobil berbahan bakar hidrogen. Mobil tersebut menggunakan hidrogen sebagai pembangkit tenaga listrik, yang nantinya digunakan untuk mobil melaju.

Khusus untuk mesin pembakaran hidrogen, memang sistem kinerjanya sama dengan pembakaran bensin. Namun memiliki penyesuaian pada tangki bahan bakar, modifikasi ekstensif pada sistem bahan bakarnya, dan perubahan lain untuk memungkinkan mereka menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar.

Selain Toyota, sebenarnya ada beberapa produsen otomotif lain yang bereksperimen mengenai pembakaran hidrogen. Mazda, BMW, dan Mercedes-Benz, merupakan beberapa pabrikan yang telah menguji ide tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Toyota Yaris, Sulit Ditolak Anak Muda  

Beberapa pabrikan sebenarnya enggan untuk melanjutkan pengembangan tersebut, lantaran kurangnya fasilitas pendukung yang disediakan oleh pemerintah setempat. 

Padahal, dengan adanya pengembangan yang dilakukan tersebut, berpotensi menyelamatkan jutaan kendaraan bermesin internal di dunia. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!