• Home>
  • Berita>
  • TransJakarta Mulai Uji Coba Bus Listrik, Tarif Masih Gratis
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

TransJakarta Mulai Uji Coba Bus Listrik, Tarif Masih Gratis

Dilihat 1292
Agung Prabowo
5 Jul 2020, 20:17
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Pada tahun lalu tersebar kabar di masyarakat terkait bus listrik TransJakarta. Akhirnya mulai Senin 6 Juli 2020, PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai melakukan uji coba bus listrik. Bus listrik TransJakarta ini akan melayani penumpang pada rute mulai dari Balai Kota hingga Blok M. Rencananya bus listrik ini akan menjalani masa uji coba selama tiga bulan. 

Pelanggan dapat menikmati bus nol-emisi ini selama uji coba tanpa dipungut biaya atau gratis. Namun, penumpang harus tetap melakukan tap-in dan tap-out pada alat Sentuh pada bus (TOB) yang tersedia di bus. 

Baca Juga : Soal Standar Emisi, Indonesia Disarankan Harus Loncat Ke Euro 6

Dari tiga unit bus listrik Transjakarta, hanya dua unit saja yang dioperasikan. Keduanya merupakan keluaran Cina dengan merek BYD dengan jenis yang berbeda, yaitu bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6.

"Kedua bus BYD memiliki kekuatan baterai yang tahan lama dengan jarak diperkirakan 250 kilometer (km) sebelum kebutuhan baterai diisi ulang. Untuk lamanya proses pengecasan diperkirakan kurang dari empat jam per hari" kata TransJakarta dalam siaran persnya.

Bus listrik TransJakarta ini mulai melayani pelanggan pada pukul 10:00 hingga 20:00 WIB. Untuk jarak keberangkatan setiap 45 menit dan bis ini akan berhenti di halte non-Bus Rapid Transit (BRT) atau luar koridor disepanjang rute Blok M sampai Balai Kota.

TransJakarta akan mebatasi jumlah penumpang di bus guna menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Untuk satu bus input rendah hanya berisi 25 orang, sedangkan untuk bus medium mengangkut hanya sebanyak 11 orang dan tidak diperbolehkan ada penumpang yang berdiri.

Baca Juga : Inggris Percepat Pelarangan Penjualan Mobil Bensin dan Disel Mulai 2032

Penggunaan bus listrik sebagai transportasi umum diharapkan dapat mengurangi polusi di Jakarta. Tak hanya itu biaya pemeliharaan bus listrik ini terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan bus bermesin konvensional. 

Kini, mayoritas bus Transjakarta masih menggunakan mesin bensin, diesel dan CNG. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memalui Departemen Transportasi (Dishub) merencanakan akan mengganti seluruh armada TransJakarta dengan bus listrik. Diperkirakan rencana tersebut dapat diwujudkan pada tahun 2029 nanti. 

"Rencananya adalah paling lambat tahun 2029 seluruh armada TransJakarta sudah diganti menggunakan bus listrik. Tapi sekali lagi karena ada pandemi Covid-19 saat ini kami akan melakukan peninjauan ulang terkait rencana ini, "kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat webinar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akhir minggu lalu. 

Dari kedua buas listrik yang diuji coba ada satu bus lagi yang belum dioperasikan yaitu bus MAB dengan tipe MD 12E. Bus ini memiliki dimensi panjang 12 meter, lebar 2,5 meter serta tinggi 3,4 meter.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya