OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Berita>
  • Volkswagen Perusahaan Otomotif Dengan Utang Terbanyak Di Dunia
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Volkswagen Perusahaan Otomotif Dengan Utang Terbanyak Di Dunia

Dilihat 718
Adrian Luis
23 Jul 2020, 00:53
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Produsen otomotif asal Jerman Volkswagen (VW), kembali dihadapkan dengan berita buruk. Lantaran, baru-baru ini ada sebuah studi yang dilakukan per Juni lalu, menyatakan Volkswagen (VW) menjadi perusahaan otomotif yang memiliki utang paling banyak di dunia. VW menempati urutan pertama dengan total utang sebesar 192 miliar dolar AS atau setara dengan hampir Rp. 3 kuadriliun. 

Jumlah utang yang besar ini diperkirakan datang dari banyaknya divisi pembiayaan yang mengakibatkan uang yang dikeluarkan untuk biaya operasional pun menjadi membengkak. Bahkan disebutkan jika jumlah utang VW lebih besar dari utang negara Afrika Selatan. Diketahui Afrika Selatan diperkirakan memiliki total utang sebesar 180 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 2,5 kuadriliun. Selain itu ada sumber yang menyebutkan utang VW juga melebihi utang dari negara Hungaria yakni Rp1,5 kuadriliun.

Baca Juga : Terdapat Masalah Pada Transmisi, VW Malaysia Recall 12,732 unit

Dilansir dari Carscoops, menurut Seth Meyer selaku Manajer Portofolio Asset Janus Henderson menyebutkan selain VW ada empat perusahaan otomotif lain yang berada dalam posisi 10 besar pemilik hutang terbanyak di dunia. Keempat perusahaan tersebut adalah Daimler, BMW, Ford Motor Company, dan perusahaan asal Jepang yakni Toyota.

Daimler telah menjadi perusahaan ketiga di dunia dengan jumlah utang terbanyak yakni mencapai Rp. 2,3 kuadriliun. Sementara Toyota berada diurutan keempat dengan catatan utang mencapai Rp 2 kuadriliun. Selanjutnya ada raksasa otomotif asal Amerika, Ford Motor Company yang menduduki peringkat ketujuh. Disusul dengan perusahaan asal Jerman BMW yang menempati posisi kedelapan sebagai perusahaan dengan utang terbesar.

Baca Juga : Akibat Pandemi, 6000 Karyawan BMW Terancam Dirumahkan

"Hal yang paling mempengaruhi banyaknya utang perusahaan adalah pandemi Covid-19. Sekarang semua berusaha untuk membangun keseimbangan yang sehat di tengah-tengah pandemi. Covid-19 memang mengubah segalanya dan sangat menakutkan, "kata Seth Meyers yang dilangsir dari Reuters.

Selain sektor otomotif, 10 perusahaan dengan predikat memiliki utang terbesar didominasi oleh perusahaan telekomunikasi. Ada AT & T yang menempati posisi kedua, Verizon Communications di posisi keenam dan Comcast Corporation di posisi kesembilan.

Menurut laporan dari berbagai sumber, pandemi ini membuat utang perusahaan melonjak menjadi 12%. Namun, ada juga perusahaan yang memiliki cadangan kas yang besar. Diantaranya adalah Microsoft, Samsung, Facebook dan Alibaba Group, yang hingga saat ini masih menjalankan bisnisnya dengan lancar. (dkh/dkh)

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya