Wah Gawat, Data Volvo Diretas Hackers

Otoloka.id- Tak cuma data perusahaan atau lembaga pemerintahan saja yang datanya diacak-acak oleh hackers, data milik brand otomotif pun ternyata ada yang kena peretasan. Salah satunya adalah pabrikan asal Swedia Volvo.

Melansir dari carexpert.com.au, peretasan data Volvo terjadi pada kemarin (12/12), yang pabrikan tersebut tak mempercayai bahwa data mereka bisa diretas, dan hacker ternyata sukses melakukannya.

Selain mengkonfirmasi bahwa penjahat siber telah sukses membobol datanya, namun pabrikan yang saat ini bergabung dengan Geely mengklaim bahwa data pengguna Volvo aman.

Dalam sebuah pernyataan, Volvo menjelaskan bahwa ‘salah satu repositori filenya telah diakses secara ilegal oleh pihak ketiga’ dan bahwa para penyusup mencuri ‘properti R&D perusahaan dalam jumlah terbatas’. Duh!

Untungnya, setelah mengetahui bahwa datanya dibobol secara tidak sah, Volvo langsung mengambil langkah untuk mencegahnya agar hal tersebut tak kembali terulang. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan kepada otoritas terkait untuk menyelidiki masalah tersebut.

Baca juga:  Australia Kebagian Volvo C40 Recharge Rakitan China

Ketika diinvestigasi, Volvo tak yakin pembobolan data akan berdampak langsung pada mobil atau keamanan data pelanggan, namun pabrikan tersebut tetap mengantisipasi jikalau pembobolan data tersebut, malah membahayakan kegiatan yang dilakukan perusahaan.

Bukan pertama kalinya

Ternyata, pencurian data dari pabrikan otomotif bukan hanya menimpa Volvo saja, pada tahun 2017 silam, RenaultNissan, dan Honda terkena serangan ransomware WannaCry. Akibatnya, ketiga pabrikan tersebut harus menghentikan sementara produksinya.

Sementara 2020 lalu, ransomware juga menyerang pabrik Honda di Amerika Serikat yang mengharuskan mereka menutup sementara pabriknya. Layanan keamanan Amerika Serikat telah mengidentifikasi, bahwa peretas dari Korea Utara yang menjadi sumber WannaCry.

Ransomware bagi pabrikan, tak hanya melnghambat jalur produksi kendaraan saja, divisi layanan keuangan dan layanan pelanggan juga terkena dampak dari peretasan tersebut. 

Akibat dari peretasan tersebut, membuat sistem komputer menjadi kritis dan tak bisa mengakses data-data perusahaan, termasuk data keuangan dan data pelanggan.

Peretasan yang terjadi di beberapa perusahaan, ternyata tak dilaporkan oleh perusahaan yang terkena dampak. FBI melaporkan pada 2017 lalu, hanya satu dari tujuh perusahaan yang melaporkan ke otoritas terkait perihal kejahatan di dunia maya. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!