Mobil Chery Indonesia

Chery

Chery Automobile Co. Ltd. merupakan produsen otomotif asal China dengan merek dagang Chery. Perusahaan tersebut dibentuk sejak tahun 1997 silam, yang dibangun dengan melibatkan pemerintah sebagai bagian dari perusahaan atau disebut sebagai state-owned enterprise.

Dalam bidang usahanya, Chery Automobile memproduksi kendaraan penumpang ringan dengan jenis bodi sedan, hatchback, SUV, sampai minivan. Mereka juga memproduksi kendaraan untuk kebutuhan komersial dengan merek dagang Karry.

Untuk menjalankan usahanya, Chery berpusat di Wuhu, wilayah Anhui, China. Perusahaan tersebut mulai memproduksi kendaraan pada tahun 1999, dan pada 2001 Chery melakukan ekspansi ke negara lain.

Kinerjanya yang masif dan disokong oleh pemerintah, membuat Chery pada 2003 mendapat predikat sebagai produsen otomotif pengekspor kendaraan terbesar di China. Salin itu, pabrikan ini juga meraih prestasi berupa sepuluh besar produsen otomotif di China pada 2012, dengan kapasitas produksi 590 ribu unit.

Sebagai salah satu perusahaan terbesar di China, dan sudah melakukan ekspansi, Chery juga membangun fasilitas perakitan kendaraan dan manufaktur di 15 negara berbeda, selain pabrik utamanya yang berada di wilayah China daratan.

Tak hanya itu, produsen otomotif tersebut juga menyediakan dua tempat untuk melakukan penelitian dan pengembangan di China, dengan presentase investasi yang digelontorkan sebesar 7 persen dari total pendapatannya.

Untuk memuluskan ekspansinya, mereka juga menjalin kerja sama dengan produsen otomotif lainnya, seperti Jaguar yang membuat usaha patungan bernama Chery Jaguar Land Rover dengan presentase 50:50 pada 2012 silam.

Jauh sebelum itu, tepatnya di akhir tahun 2000-an Chery sudah gencar untuk melakukan kerja sama dengan produsen otomotif lain, seperti dengan Volkswagen (VW), Fiat, Chrysler, bahkan dengan produsen otomotif asal china, yaitu SAIC Motors yang sudah bekerja sama dengan General Motors.

Bicara mengenai kerja sama dengan produsen otomotif lain, Chery juga sempat menerima banyak kritikan terkait hak cipta produk yang mereka buat. Seperti desain yang mirip, sampai nama dagang yang mengingatkan akan singkatan dari Chevrolet, yaitu ‘Chevy’ yang menjadi anak perusahaan General Motors.

Kehadiran Chery yang bikin kesal produsen lain adalah dengan menghadirkan lini produk QQ, yaitu city car yang desainnya sangat mirip dengan Daewo Matiz atau Chevrolet Spark. Model tersebut hadir pada 2003 dan semat juga dihadirkan di indonesia.

Selain itu, kerja sama yang dibuat dengan Volkswagen, juga menimbulkan kekecewaan dimana Chery tanpa ijin memproduksi mobil dengan desain yang mirip dengan desain anak perusahaan VW, yaitu SEAT Toledo, dan produk VW sendiri bernama Jetta.

Sistem yang amburadul, dan seenaknya mencolong hak cipta produsen lain di awal perjalanan Chery tentu saja membuat kesal. Tak heran kalau Wall Street Journal menggambarkan budaya korporat Chery itu sebagai “perpaduan aneh antara perusahaan negara komunis dan perusahaan rintisan wirausaha,”

Tapi, akhirnya Chery berbenah dengan memperbaiki sistem dan budaya perusahaan yang tak lagi asal-asalan. Buktinya pada tahun 2007 perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan Fiat dan Chrysler melalui produk Chery A1 yang dipasarkan di China, Eropa, Amerika Selatan, sampai Timur Tengah.

Pada 2009, Chery ekspansi pasar Turki dengan membuat pabrik perakitan di negara tersebut. Perusahaan ini bekerja sama dengan produsen otomotif lokal Turki, Mermeler Otomotiv, dengan kapasitas produksi 20 ribu unit per tahun, lalu meningkat di tahun 2017 dengan kapasitas produksi 100 ribu unit per tahunnya.

Di dalam negeri sendiri, Chery menjadi produsen otomotif yang aktif. Dimulai dari 2009 dengan kapasitas produksi 508 ribu unit, dan itu berlanjut sampai tahun 2010 dengan menjadikannya produsen peringkat ketujuh paling produktif di China, dengan memproduksi 700 ribu unit.

Meski telah mendapat prestasi sebagai produsen otomotif yang aktif, namun pada 2011 dan 2012 terdapat penurunan produksi hampir 100 ribu unit kendaraan. Akhirnya Chery terpaksa turun peringkat menjadi produsen peringkat sepuluh paling produktif di China.

Walau begitu, tak membuat Chery berkecil hati. Perodusen tersebut malah menjalin kerja sama dengan pabrikan besar asal India, yaitu Tata Motors yang menjadi induk dari Jaguar dan Land Rover untuk memproduksi serta menjual kedua kendaraan mewah tersebut di China.

Chery juga bekerja sama dengan Indomobil untuk memasarkan produknya di Indonesia. Kala itu yang dijual adalah city car bernama Chery QQ, dan mobil berjenis SUV dengan nama Chery Tiggo pada 2006 silam.

Kehadirannya disambut lumayan baik bagi pasar Indonesia, karena produk yang ditawarkan saat itu memiliki harga yang murah. Namun, tetap kalah dengan pabrikan Jepang yang sudah lama mengakar di Indonesia. Harga yang murah tak cukup memuaskan, jika fitur dan layanan purna jualnya buruk.

2006 mencoba peruntungan, lalu enam tahun setelahnya harus angkat kaki dari Indonesia. PT Unicor Prima Motor yang saat itu menjadi agen pemegang merek Chery terpaksa melepas keagenannya dengan Indomobil.

Setelah hampir sepuluh tahun vakum jualan kendaraan di Indonesia, Chery kembali ke tanah air dengan Chery Motor Indonesia sebagai agen tunggal pemegang merek Chery untuk pasar Indonesia. Mereka berencana untuk menghadirkan lini produk yang sempat dibawanya pada 2006 silam, yaitu Tiggo series.

Tiggo merupakan SUV besutan Chery yang punya banyak varian, model tersebut dibedakan menurut ukurannya, dan Indonesia kebagian tiga varian Tiggo, yaitu Tiggo 4 Pro sebagai SUV subkompak, Tiggo 7 Pro berjenis SUV kompak, dan Tiggo 8 Pro yang menjadi SUV berukuran medium.

Selain berencana untuk dipasarkan ke indonesia, Tiggo series sebelumnya sudah dipasarkan di negara lain seperti di Kazakhstan, Qatar, Afrika Selatan, Brasil, dan Ukraina. Beberapa model tersebut bahkan mendapat penghargaan bergengsi.

Contohnya seperti Chery Tiggo 7 Pro yang mendapat predikat SUV terbaik di Brasil, serta mendapat predikat ‘The Best Selling SUV’ pada tahun 2021 di Qatar.

Sementara Chery Tiggo 8 Pro malah mendapat penghargaan yang lebih banyak lagi. Seperti ‘Most Innovative Car’, ‘The Most Popular Chinese SUV’, ‘The Most Technological SUV’, dan penghargaan ‘The Media’s Favourite Medium-Sized SUV’ di China.

Tak hanya lini produk saja yang mendapat penghargaan, namun di dalam perusahaan juga mendapatkan penghargaan bergengsi, seperti penghargaan Gold Award untuk tim Quality Control pada ajang International Convention on Quality Control Circles (ICQCC) tahun 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021 di China.

Cari mobil

  • Harga
    • < 200 Jt
    • 201 - 500 Jt
    • 501 - 800 Jt
    • 801 Jt - 1 M
    • > 1 M
  • Jenis Mobil
    • Mobil Populer
    • Mobil Baru
    • LCGC
    • MPV
    • SUV
    • CITY CAR
    • SEDAN
    • HATCHBACK
    • PICK UP
    • TRUCK
    • VAN
  • Jenis Transmisi
    • Otomatis
    • Manual
Membuka

Semua Varian

  • Chery Tiggo 4 Pro
    Chery Tiggo 4 Pro
    Chery Tiggo 4 Pro
    TBD
    1 Varian Found
    Variant
    Spesifikasi
    • 2022 | 1498cc |
      • 1.5L
        Harga:TBD
        Angsuran mulai dari:TBD
        ManualBensin1498cc5 seat
  • Chery Tiggo 7 Pro
    Chery Tiggo 7 Pro
    Chery Tiggo 7 Pro
    TBD
    1 Varian Found
    Variant
    Spesifikasi
    • 2022 | 1498cc |
      • 1.5L
        Harga:TBD
        Angsuran mulai dari:TBD
        Bensin1498cc5 seat
  • Chery Tiggo 8 Pro
    Chery Tiggo 8 Pro
    Chery Tiggo 8 Pro
    TBD
    1 Varian Found
    Variant
    Spesifikasi
    • 2022 | 1598cc |
      • 1.6L
        Harga:TBD
        Angsuran mulai dari:TBD
        Bensin1598cc7 seat

Artikel Terkait

Video Terkait

Gambar Terkait

Orang Lain Juga Melihat

Otoloka menyediakan Isuzu Traga informasi model Mobil Indonesia terbaru, termasuk pemotretan fotografer profesional, banyak adegan latar belakang dari berbagai sudut, membantu Anda memahami berbagai informasi tentang mobil ini secara visual. Tidak hanya itu, masih ada layanan pemilihan mobil yang mendukung, konten yang bagus, harga spesial yang membantu Anda untuk membeli mobil impian.

Dapetin info terbaru otomotif dalam 1 langkah, pastiin push notif aktif ya!