• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Honda CB750 Cafe Racer Pilihan Sang Produser Musik

Dilihat 3252
Adit
25 Des 2020, 23:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Honda CB750

Otoloka.id - Sejumlah builder pembuat motor custom akhir-akhir ini semakin tumbuh dan berkembang pesat, dengan kualitas hasil karya masing-masing. Namun tetap dengan pekerjaan utama yang mereka miliki.

Seperti Nick Hooper, yang berumur 25 tahun. Ia telah mengutak-atik motor selama kurang lebih tiga tahun dari sekarang. Nick tinggal di Nashville, Tennessee, di mana pekerjaan utamanya adalah produser musik dan pemain gitar.

Seperti dilansir Bike Exif, awal Nick menyukai motor, ketika seorang teman membawanya ke motor pertama miliknya, yakni Honda CB350. Dalam waktu singkat, Nick belajar bagaimana ia memelihara Honda CB350 kesayangannya itu melalui YouTube dan forum daring.

Kangen Honda Retro

Honda CB750

Setelah beberapa bulan berkendara CB350 setiap hari, Nick pun mulai merasa butuh tunggangan alternatif, yang menurutnya mungkin lebih mumpuni dan dapat diandalkan dalam penampilan. Jadilah ia putuskan untuk membeli Ducati Panigale 899.

“Menurut saya motor Ducati Panigale 899 memang sangat menyenangkan untuk dikendarai. Tapi saya segera merindukan karakter yang dimiliki Honda lama. Timbul di benak saya, ingin kembali ke mesin retro, yang memang tidak selalu bekerja dengan sempurna," tukas Nick ditulis Bike Exif.

Honda CB750

Sampai pada akhirnya, suatu hari Nick berbicara dengan seorang klien, yang proses editing dan mixing lagunya ia kerjakan. Klien Nick bercerita tentang Honda CB750 lama miliknya, yang masih ia pertahankan, setelah ia mengalami kecelakaan di tengah hujan.

"Klien saya ini bilang, sedang mempertimbangkan untuk menjual motornya itu. Lantas saya tawarkan kepadanya, bagaimana kalau Honda CB750 nya saya bawa pulang? Sebagai pembayaran atas pekerjaan yang saya lakukan," aku Nick.

Garapan Perdana Berbasis Honda CB750

Honda CB750

Mereka pun mencapai kata sepakat, dan Honda CB750 tahun 1975 itu segera berpindah tangan. Niat awal Nick adalah merestorasi kembali mesin motor lawas tersebut. Lalu membuat beberapa ubahan estetis, agar terlihat seperti pembalap kafe keren yang kerap ia lihat di internet.

Ia pun mulai membongkar motor CB750 nya, dan menyusun rencana yang matang. Setelah ia semakin menyadari potensi yang dimiliki motor tersebut. Sehingga ia berkesimpulan, bahwa proyek penggarapan motor ini haruslah benar-benar terwujud.

Honda CB750

Bila dilihat jam terbangnya, motor Honda CB750 ini sudah menempuh lebih dari 50.000 mil. Nick mulai mengasah silinder, dan membangun kembali ‘karbohidrat’ dari motor ini, agar kembali bekerja dengan baik didukung filter udara merek UNI. 

Moncong Knalpot Seharga Rp200 Ribuan

Untuk saluran gas buang motor, knalpot yang digunakan adalah mengusung konsep 4 in 1 persembahan MAC Performance. Ujung knalpot ditutup dengan peredam suara yang gemuk.

“Lucunya, bagian knalpot motor ini justru jadi salah satu daya tarik, yang paling banyak tuai pujian. Mereka bilang knalpotnya low profile,” kata Nick. Padahal komponen knalpot ini didapatnya dari rak luar, salah satu toko suku cadang lokal langganan mobilnya. Harganya pun hanya berkisar $13 atau setara sekitar Rp200 ribuan.

Honda CB750

Bagian kabel-kabel juga dibongkar oleh Nick, melepaskan dari ikatan awal, karena berusia tahunan dan telah rusak. Sistem baru yang disematkan oleh Nick mengusung Motogadget m.unit, dan aki lithium-ion Antigravity. Semuanya dibenamkan rapat-rapat di kotak yang dibuat khusus dan disimpan di bawah punuk jok motor.

Garpu Suzuki GSX-R

Demi mendapatkan akselerasi yang mumpuni dari Honda CB750 ini, Nick berusaha sekuat tenaga mendandaninya. Ia tukar shock bagian depan, dengan satu set garpu milik Suzuki GSX-R, yang dicengkeram billet aluminium tiga lapis dari Cognito Moto. Shock belakang ia buat satu inci lebih panjang dari semula, menyajikan sikap CB yang lebih agresif.

Selain garpu, GSX-R juga meminjamkan rem depan. Dihubungkan ke tuas yang dapat disesuaikan, melalui jalur baja yang dililit. Pada bagian belakang, Nick mempertahankan rem tromol, dengan setingan tambahan.

Honda CB750

“Masalah pada rem tromolnya adalah masih menggunakan pedal kaki, yang akan bergerak dengan lengan ayun. Ini sebabkan tekanan rem motor tidak rata, tergantung pada kontur jalan,” urainya. Sebagai gantinya, ia buat kabel kopling, dan memasangnya untuk menarik tromol. Alih-alih malah jadi penguat sambungan yang kokoh.

Lini roda dipasangkan satu set velg ring 17, lebih lebar dari milik bawaan. Dibungkus ban Dunlop Sportmax yang mencengkeram. Satu set spacer sproket khusus harus dibuat, untuk mengakomodir roda belakang motor selebar 160 mili.

Usung Tampilan Bersih dan Elegan

Honda CB750

Dari sisi estetika, tujuan Nick adalah membangun sesuatu yang menarik, tetapi juga bersih dan elegan. Demi mewujudkannya, berarti harus membuang hal-hal yang tidak diperlukan, menyembunyikannya sebanyak mungkin, dan membersihkan rangka motor.

Tangki bahan bakar bawaan Honda CB750 diselaraskan dengan bagian buntut custom dari Tuffside. Lengkap dengan pola berlian yang dipadukan secara kontras. Rangkanya dipotong dan ditutup rapi, kemudian tangki pelumas Cognito Moto dipasang di bagian bawahnya.

Honda CB750

Karena Nick tidak terlalu tertarik dengan setang yang lebih tinggi dibanding tangki bensin motor, maka ketinggian setang dijaga. Agar semuanya tetap sejajar secara visual dari depan ke belakang.

Jadi, ia pasangkan satu set penjepit setang yang bisa disesuaikan, tetapi membalik braketnya untuk menempatkan setang sedikit lebih rendah. Didukung lampu depan 7 inci dari Motodemic dan satu set lampu sein buatan tangan, yang membantu meratakan garis Honda CB750 nya.

Livery Nardo Grey Audis

Honda CB750

Bagian panel atau kokpit speedometer diperkuat dengan tampilan penunjuk kecepatan, stop kontak, dan lampu sein dari Motogadget. Nick juga memasang kunci kontak tanpa kunci buatan Motogadget, dengan sensor kontak dipasang di bawah jok motor.

Seperti kebanyakan builder, Nick mulai dibuat bingung dalam pemilihan livery motornya. Kemudian selama perjalanan di Jerman, ia melihat beberapa 'Nardo Grey' Audis. Akhirnya ia memilihnya, untuk memberikan kesan modern pada motornya. Diimbangi sedikit warna merah, agar senada dengan Ducati yang juga diparkir di garasinya.

Honda CB750

Hasilnya, efek keseluruhan Honda CB750 ini terlihat apik, seimbang, dan menjadi upaya perdana yang brilian. “Ini proyek mekanis pertama saya. Memang saya bekerja keras, dan mengacaukan banyak tahapan di sepanjang pembuatannya,” ungkapnya.

Namun kepuasan ia dapatkan. Karena tampilan secara keseluruhan tidaklah mengecewakan. Siapapun sepertinya tidak akan menyangka, melihat Honda CB750 yang dibangun proporsional dan nyaris sempurna ini. Terutama ketika diajak berkendara keliling kota, dan menyaksikan bagaimana orang-orang yang melihatnya bereaksi terhadap keunikannya.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya